SARILAMAK, RADARSUMBAR.COM – Tim peneliti Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menemukan indikasi kuat adanya sungai bawah tanah sekitar 100 meter dari lokasi sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
“Indikasi kuat kami menunjukkan adanya outlet saluran sungai bawah tanah yang berkaitan dengan sinkhole,” kata ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, di Limapuluh Kota, Rabu.
Indikasi sungai bawah tanah tersebut merupakan satu dari 11 gejala sinkhole tipe Situjuah yang teridentifikasi sejak 4 Januari 2026. Lokasinya berada sekitar 100 meter dari titik utama amblesan tanah.
Meski demikian, Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi fenomena tersebut.
“Belasan tanda atau indikasi gejala sinkhole tipe Situjuah itu tidak seluruhnya membahayakan keselamatan,” ujar Taufiq.
Dalam penelitian lapangan, tim juga menemukan batuan berwarna krem yang dikenal sebagai tuf lapili, material vulkanik yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya erosi internal (soil piping).
Menurut Taufiq, indikasi keberadaan sungai bawah tanah itu masih akan dipelajari lebih lanjut, termasuk menelusuri proses terbentuknya saluran air tersebut dan keterkaitannya dengan fenomena sinkhole.
Tim peneliti juga mengambil sejumlah sampel untuk menguji kualitas air serta karakteristik teknis tuf lapili yang ditemukan di sekitar lokasi.
“Hasil pengujian kualitas air menunjukkan pH sekitar 5,6 atau cenderung agak asam dan masih di bawah angka netral,” katanya.
Penelitian lanjutan dilakukan untuk memastikan hubungan antara mata air yang diteliti dengan kemunculan sinkhole di Situjuah. (rdr/ant)





