NASIONAL

Menkes: 99 Persen Fasilitas Kesehatan Terdampak Bencana Sumatra Pulih Beroperasi

0
×

Menkes: 99 Persen Fasilitas Kesehatan Terdampak Bencana Sumatra Pulih Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Menkes Budi Gunadi Sadikin diwawancarai wartawan usai bertemu Presiden Prabowo. (dok. PCO RI)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (dok. PCO RI)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan mayoritas fasilitas kesehatan terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) telah kembali beroperasi.

Dari total 1.265 puskesmas di tiga provinsi terdampak, sebanyak 867 sempat berhenti beroperasi pada fase awal bencana, namun kini hampir seluruhnya telah difungsikan kembali.

Advertisement

Dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra, Rabu (11/2/2026), Menkes menyebut saat ini hanya tersisa dua fasilitas kesehatan yang belum beroperasi karena mengalami kerusakan total dan harus dibangun ulang.

Sebanyak 152 fasilitas kesehatan sebelumnya juga tidak dapat difungsikan akibat terendam lumpur dan kerusakan sedang hingga berat. Pemerintah melakukan revitalisasi cepat, termasuk pembersihan, perbaikan bangunan, serta pengadaan alat kesehatan darurat.

Dua fasilitas kesehatan yang hancur total berada di Aceh Timur dan satu wilayah lainnya yang berada di tepi sungai. Kementerian Kesehatan bersama Kementerian PUPR membangun ulang fasilitas tersebut dalam waktu kurang dari satu bulan agar layanan kesehatan dasar segera tersedia kembali bagi masyarakat.

Baca Juga  Operasi SAR Diperkuat, Basarnas Fokus Evakuasi Warga Terisolasi di Tiga Provinsi

Selain rehabilitasi fisik, Kemenkes juga mempercepat pengadaan alat kesehatan yang rusak. Sebagian kebutuhan alat medis dipenuhi melalui mekanisme anggaran negara.

Sementara sebagian lainnya berasal dari donasi BUMN, organisasi profesi, kampus, dan masyarakat. Pendekatan ini dilakukan untuk mempercepat operasional layanan tanpa menunggu seluruh proses pencairan anggaran selesai.

Di sisi sumber daya manusia, Kemenkes telah mengirim lebih dari 6.300 tenaga kesehatan ke berbagai kabupaten/kota terdampak. Mereka terdiri dari dokter, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, hingga psikolog klinis untuk mendukung layanan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan di pengungsian.

“Kesehatan jiwa menjadi perhatian penting karena banyak anak kehilangan anggota keluarga dan mengalami tekanan psikologis,” ujar Budi.

Untuk mencegah potensi wabah di lokasi pengungsian, pemerintah juga melakukan imunisasi cepat, terutama untuk penyakit campak yang menjadi salah satu kasus tertinggi pascabencana. Program imunisasi darurat telah dilaksanakan di sejumlah titik pengungsian dan daerah terdampak.

Baca Juga  Panglima TNI dan Kepala Staf Resmikan Gedung Baru Polda Papua

Kemenkes juga mencatat sebanyak 212 unit ambulans mengalami kerusakan akibat bencana. Dari jumlah tersebut, 59 unit tidak dapat diperbaiki. Pemerintah menerima donasi 33 unit ambulans, sementara sisanya masih dalam proses pemenuhan melalui pengadaan dan dukungan tambahan.

Selain fasilitas layanan, rumah tenaga kesehatan yang rusak juga menjadi perhatian. Pemerintah tengah menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi tenaga kesehatan agar mereka dapat kembali bekerja secara optimal. Skema bantuan disiapkan dalam beberapa kategori nilai bantuan sesuai tingkat kerusakan.

Menkes menegaskan bahwa target pemerintah adalah memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit terdampak kembali beroperasi 100 persen, termasuk pemenuhan alat kesehatan dan tenaga medis.

“Komitmen kami adalah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, tidak hanya pulih, tetapi lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” kata Budi. (rdr/infopublik)