PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengkaji penyebab munculnya sinkhole atau tanah yang tiba-tiba ambles dan membentuk lubang atau cekungan di Kabupaten Limapuluh Kota karena berada dalam kawasan vulkanik.
“Sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota ini memang mirip seperti kars atau batu gamping tetapi muncul di kawasan vulkanik dan inilah yang sedang kami teliti,” kata ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM Taufiq Wira Buana di Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Taufiq terkait penelitian tahap kedua Badan Geologi, Kementerian ESDM mengenai fenomena sinkhole yang terjadi di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.
Taufiq mengatakan fenomena sinkhole yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota jarang terjadi dan disebut sebagai pseudokarst atau kars semu. Fenomena serupa pernah ditemukan di daerah lain namun tidak sebesar atau seluas yang terjadi di Ranah Minang.
“Yang pernah kita temukan itu kecil dengan diameter 3 meter dan kedalaman empat meter. Sementara sinkhole Situjuah berdiamter 7,4 meter dengan kedalaman mencapai delapan meter,” sebut dia.
Kemudian sinkhole kars semu di daerah lainnya biasanya volume air hanya sedikit atau berupa saluran kecil. Sementara di Kabupaten Limapuluh Kota volume air mencapai titik permukaan lubang sinkhole.
“Ini suatu keberuntungan bagi kami karena bisa mendapatkan data yang jarang kami temukan,” ujarnya.
Taufiq mengatakan pengambilan sampel tidak hanya dilakukan di sekitar kawasan sinkhole namun juga di beberapa titik yang diduga berkaitan erat dengan fenomena alam tersebut.
“Kita tidak hanya terfokus pada titik sinkhole namun berusaha mencari dari mana asal air ini,” jelas dia.
Perluasan penelitian dan pengambilan sampel ditujukan untuk mengetahui pola-pola yang terjadi sehingga Badan Geologi bisa menyusun sebuah rekomendasi yang bisa digunakan pemangku kepentingan untuk langkah antisipasi berikutnya. (rdr/ant)







