JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kehutanan melaporkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan intensif di sejumlah wilayah Riau dan Kepulauan Riau untuk mencegah meluasnya titik api.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan, tim Manggala Agni dari empat Daerah Operasi (Daops) dikerahkan di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Batam. Tim ini bekerja bersama aparat terkait, BPBD, Polri, TNI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memadamkan api.
Di Kabupaten Pelalawan, kebakaran terjadi di Desa Teluk Beringin, Pulau Mendol, yang menghanguskan ratusan hektare lahan dan mengancam kebun kelapa masyarakat. Ferdian menyebut, dugaan awal penyebab kebakaran adalah penyiapan lahan dan angin kencang yang memicu meluasnya api.
Sementara itu, di Kabupaten Bengkalis, karhutla seluas 10 hektare di Desa Sepahat berhasil dipadamkan pada Minggu (8/2) oleh tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama MPA. Di Desa Tanjung Leban, tim bekerja bersama TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran PT Bukit Batu Hutani Alam, dan Masyarakat Peduli Bencana untuk mencegah api meluas.
Di Kabupaten Siak, pemadaman di Kelurahan Mempura telah terkendali. Tim fokus menuntaskan sisa-sisa api dan mendinginkan material terbakar agar tidak terjadi penyalaan kembali.
Di Kabupaten Rokan Hilir, tim Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai berupaya memadamkan kebakaran di Desa Rantau Bais, lokasi yang sebelumnya pernah terdampak kebakaran hebat pada 2025. Sementara di Kota Batam, Kepulauan Riau, tim Manggala Agni Daops Sumatera VIII dibantu Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung dan Kelompok Tani memadamkan kebakaran di kawasan Hutan Lindung Tiban.
Ferdian menekankan, selain pemadaman, tim Manggala Agni juga melakukan patroli intensif untuk mencegah munculnya titik api baru, mengingat kondisi yang kering dan berangin. Ia menyoroti pentingnya mempertahankan capaian penurunan luasan kebakaran dan risiko bencana asap yang telah dicapai beberapa tahun terakhir. (rdr/ant)







