PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Forkopimda Sumatra Barat (Sumbar) meninjau langsung lokasi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (10/2/2026). Peninjauan ini menegaskan pengawalan penuh terhadap proyek strategis nasional tersebut agar berjalan tepat waktu, aman secara hukum, dan tidak tersendat persoalan pembebasan lahan.
Andre menegaskan Flyover Sitinjau Lauik merupakan proyek besar lintas pemerintahan yang mulai diperjuangkan pada masa Presiden Joko Widodo dan berlanjut hingga tahap lelang, penetapan pemenang, serta kontrak resmi pada masa Presiden Prabowo Subianto. Tahap pertama proyek ini bernilai hampir Rp2,8 triliun dan diproyeksikan berlanjut ke tahap kedua dengan nilai lebih dari Rp3 triliun.
“Proyek ditargetkan sudah fungsional pada Oktober 2027. Menurut Andre, kepastian lahan menjadi kunci utama agar pembangunan dan investasi tidak kembali terhambat,” kata Andre Rosiade yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Dalam peninjauan tersebut, Andre mengapresiasi sinergi Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, BPN, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, serta Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mengawal pembebasan lahan secara persuasif dan sesuai aturan. Turut hadir Kepala Kanwil BPN/ATR Sumbar Teddi Guspriadi, Kepala Kejati Sumbar Muhibbudin, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, serta jajaran Pemprov dan Pemko Padang.
Rombongan juga meninjau titik awal Flyover Panorama Sitinjau Lauik 1 yang merupakan bagian paling krusial dari jalur rawan kecelakaan Padang–Solok ini.
Kepala Kejati Sumbar Muhibbudin menegaskan komitmen pendampingan hukum agar proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Ia mengakui persoalan pertanahan masih menjadi tantangan utama, namun optimistis dapat diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi.
Kejati Sumbar menyatakan kesiapan memfasilitasi rapat koordinasi awal April untuk mempercepat penyelesaian proyek flyover maupun rencana pembangunan jalan tol ke depan. “Kalau ini cepat selesai, kita lanjut ke tahap duanya,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menyampaikan progres Flyover Sitinjau Lauik berjalan sesuai tahapan dengan target fungsional Oktober 2027. Selain pekerjaan utama, BPJN juga menyiapkan kajian pembangunan fasilitas pendukung keselamatan berupa rest area dan lajur penyelamat di Panorama 2 yang memiliki turunan ekstrem.
Rest area direncanakan berfungsi sebagai titik pengecekan rem kendaraan. Terkait lahan, sebagian kawasan hutan telah mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan dan lahan masyarakat sekitar 10 hektare ditargetkan rampung administrasinya pada Maret agar pekerjaan fisik dapat diakselerasi.
“Keberhasilan Panorama 1 akan dilanjutkan ke Panorama 2 untuk memperkuat jalur logistik Padang–Solok–Sawahlunto hingga Jambi serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” katanya.
Andre menutup kunjungan dengan menegaskan sinergi akan terus diperkuat hingga tahap kedua proyek. Ia menekankan Flyover Sitinjau Lauik bukan sekadar infrastruktur, melainkan jalur keselamatan, logistik, dan masa depan ekonomi Sumatera Barat. (rdr)







