JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pasca Bencana di Wilayah Sumatera, Tito Karnavian, memastikan 27 dari total 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali berfungsi normal.
Pemulihan signifikan tercapai dalam dua bulan terakhir, meski masih ada daerah yang memerlukan penanganan khusus.
Hal tersebut disampaikan Tito Karnavian dalam siaran daring peresmian 1.300 unit rumah hunian sementara bagi warga terdampak bencana Sumatra, Kamis (5/2/2026).
“Menunjukkan pemulihan signifikan dalam dua bulan terakhir sebanyak 27 daerah telah kembali normal sepenuhnya,” kata Tito yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri.
Selain 27 daerah yang pulih total, berdasarkan data Satgas, terdapat 15 daerah dalam kondisi mendekati normal dengan persoalan tersisa yang masih ditangani.
Sementara itu, 10 daerah lainnya, terutama di Provinsi Aceh, masih memerlukan perhatian khusus akibat dampak bencana yang relatif luas.
“Kemudian di Sumatra Utara sembilan daerah telah kembali normal, sedangkan beberapa daerah lainnya mendekati kondisi pemulihan,” ujarnya.
Di Sumatra Barat, tujuh daerah dinyatakan pulih, sementara Kabupaten Agam dan Padang Pariaman masih membutuhkan penanganan lanjutan.
Mendagri Tito menilai, capaian itu merupakan hasil kerja keras pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan relawan dan unsur TNI-Polri di lapangan.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, pemerintah pusat menyiapkan bantuan rehabilitasi rumah berdasarkan tingkat kerusakan.
Bantuan diberikan sejumlah Rp15 juta per unit untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat atau hilang.
Data Satgas PRR mencatat total kerusakan rumah di tiga provinsi terdampak mencapai 76.001 unit, terdiri dari 35.208 rumah rusak ringan, 17.350 rusak sedang, dan 24.443 rusak berat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses rekonstruksi dan kembalinya kehidupan masyarakat terdampak ke kondisi normal. (rdr)







