PENDIDIKAN

Mendiktisaintek Dorong Kampus Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah

1
×

Mendiktisaintek Dorong Kampus Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. (Foto: CNBC)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyerukan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk aktif menciptakan inovasi dalam penanganan permasalahan sampah nasional.

Seruan tersebut disampaikan saat Brian meninjau fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dikembangkan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sabtu (7/2).

Advertisement

Dalam kunjungan ke kedua kampus tersebut, Mendiktisaintek berdialog langsung dengan tim teknis perguruan tinggi mengenai aspek teknologi, operasional, pembiayaan, hingga pemenuhan standar lingkungan.

“Yang kita dorong justru bagaimana teknologinya bisa memenuhi standar lingkungan dan bisa diuji secara terbuka,” kata Brian melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Ia menilai kesiapan sistem pengolahan sampah masih perlu terus disempurnakan agar teknologi berbasis termal dan plasma dapat diterapkan secara aman, efisien, serta direplikasi di berbagai daerah.

Brian menegaskan perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat riset, pengujian, dan pengembangan teknologi, termasuk dalam memastikan pengelolaan emisi, efisiensi energi, dan keamanan lingkungan.

Selain itu, ia mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar teknologi pengolahan sampah berbasis kampus dapat disesuaikan dengan kebutuhan wilayah. Menurutnya, pendekatan tersebut lebih efektif karena dapat mengurangi beban logistik pengangkutan sampah, menekan biaya jangka panjang, serta membuka ruang inovasi teknologi dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unisba Harits Nu’man menjelaskan teknologi yang dikembangkan kampusnya mengedepankan prinsip keselamatan lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan plasma untuk memecah gas berbahaya hasil proses termal.

“Plasma ini bukan untuk membakar sampah, tetapi untuk memecah gas berbahaya agar emisinya aman. Sistem ini sudah melalui beberapa kali pengujian,” ujar Harits.

Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyatakan teknologi pengelolaan sampah yang dikembangkan ITB ditargetkan dapat beroperasi penuh setelah melalui tahap uji coba dan sertifikasi dalam waktu dekat.

“Kami berencana mengembangkan sistem pengelolaan sampah di ITB, termasuk menyederhanakan pemilahan sampah menjadi sampah makanan atau organik, sampah yang dapat didaur ulang, dan sampah residu,” kata Tatacipta.

Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengarahkan seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk konsisten melakukan penanganan sampah. Aksi nyata dilakukan melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) sebagai upaya penguatan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan di seluruh Indonesia. (rdr/ant)