SEPAKBOLA

Bidik Tiket Piala Dunia U-17, Timnas Indonesia Pertimbangkan Rekrut Pemain Diaspora

2
×

Bidik Tiket Piala Dunia U-17, Timnas Indonesia Pertimbangkan Rekrut Pemain Diaspora

Sebarkan artikel ini
Pelatih tim nasional Indonesia U-16 Nova Arianto menjawab pertanyaan para pewarta seusai memimpin latihan tim di Lapangan Latihan A Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/2/2024). (ANTARA/RAUF ADIPATI)
Arsip foto - Pelatih Timnas U-17 Nova Arianto. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pelatih timnas U-17 Indonesia Nova Arianto menyatakan timnya masih membuka peluang menambah pemain diaspora baru setelah menjalani dua laga uji coba melawan China U-17.

Indonesia sebelumnya menelan kekalahan telak 0-7 pada laga uji coba pertama melawan China U-17 di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu.

Advertisement

Saat ini, timnas U-17 Indonesia baru memiliki satu pemain diaspora, yakni Nicholas Indra Mjoesund yang memperkuat klub Norwegia, Rosenborg BK.

“Kita observasi dari dua pertandingan ini dan kita lihat apakah perlu penambahan pemain baru lagi, termasuk mencari pemain diaspora, atau mungkin menambah uji coba internasional,” kata Nova dalam jumpa pers pascapertandingan, Minggu.

Terkait sosok pemain diaspora yang akan direkrut, Nova menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih baru, Kurniawan Dwi Yulianto.

Nova menjelaskan evaluasi, termasuk pencarian pemain diaspora baru, dilakukan sebagai bagian dari persiapan timnas U-17 menghadapi Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar pada akhir April.

Timnas U-17 Indonesia ditargetkan lolos dari fase grup atau minimal mencapai babak perempat final guna mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026 di Qatar.

Sebelum tampil di Piala Asia U-17 2026, timnas U-17 Indonesia dijadwalkan mengikuti Kejuaraan ASEAN U-17 yang akan digelar di Indonesia.

“Itu yang akan kita coba evaluasi agar tradisi kita menuju Piala Dunia bisa tercapai,” ujar Nova.

Nova juga menepis anggapan bahwa kekalahan dari China terjadi akibat kurangnya chemistry antarpemain. Menurut dia, sebagian besar pemain telah bermain bersama di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 dengan nama Garuda United U-18.

Garuda United U-18 memuncaki klasemen EPA U-18 dengan 55 poin dari 22 pertandingan, hasil 18 kemenangan, satu kali seri, dan tiga kekalahan. Dari jumlah laga tersebut, tim mencetak 62 gol dan kebobolan 15 gol.

“Mereka sudah bekerja bersama selama lima bulan dan tampil di EPA. Tapi saya sudah sampaikan sebelumnya, secara intensitas dan tekanan pertandingan pasti berbeda,” kata Nova.

“Pemain harus belajar bagaimana menghadapi pressing lawan dan keluar dari tekanan. Itu yang menjadi evaluasi kami, dan harapannya pemain bisa banyak belajar dari pertandingan ini,” tambahnya.

Nova juga menyatakan akan mencoba memainkan seluruh 28 pemain yang dipanggilnya pada laga uji coba ini. Laga uji coba kedua melawan China U-17 akan digelar pada Rabu (11/2) pukul 18.30 WIB di Indomilk Arena.

“Saya berpikir kita akan mencoba semua pemain yang ada. Harapannya kita bisa menilai,” tutup Nova. (rdr/ant)