BERITA

Sinkhole Situjuah Batua, Badan Geologi Sarankan Dua Langkah Penanganan

5
×

Sinkhole Situjuah Batua, Badan Geologi Sarankan Dua Langkah Penanganan

Sebarkan artikel ini
Foto udara sinkhole Situjuah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Antara/Fandi Yogari

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan dua opsi penanganan fenomena sinkhole atau amblesan tanah di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM Taufiq Wira Buana, Minggu, mengatakan opsi pertama adalah membiarkan sinkhole terbuka atau melebar secara alami dengan sejumlah ketentuan teknis.

Advertisement

“Pertama, biarkan terbuka atau melebar alami, dan yang kedua melakukan pencegahan agar tidak melebar,” kata Taufiq saat dihubungi di Kota Padang.

Ia menjelaskan, pada opsi pertama terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan, antara lain tidak menutup lubang sinkhole, menghitung tingkat kestabilan lubang, serta menentukan radius aman secara detail dan terukur.

Selain itu, air di dalam sinkhole harus diarahkan keluar melalui saluran drainase, tidak dibiarkan meresap kembali ke tanah di sekitarnya, serta dialirkan ke area yang lebih stabil seperti sungai di bagian hilir. Air tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai air baku bagi masyarakat, dengan catatan telah melalui kajian kelayakan.

Sementara itu, opsi kedua adalah mencegah sinkhole agar tidak melebar, yang membutuhkan dukungan ahli teknik sipil untuk memperkuat tebing melalui rekayasa teknis.

“Perlu juga diperhitungkan dan direncanakan jumlah air yang boleh lewat sungai bawah tanah agar tidak mengganggu kestabilan di hulu maupun hilir sinkhole,” ujarnya.

Dalam laporan kaji cepat Badan Geologi, terdapat sejumlah upaya pengurangan risiko sinkhole. Di antaranya mengenali gejala awal sinkhole serta mengurangi air yang meresap secara berlebihan ke dalam tanah, terutama di area yang diduga memiliki sungai bawah tanah.

Badan Geologi juga mengimbau agar masyarakat memilih dan menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air di kawasan berisiko, serta memperhatikan saluran air rumah tangga agar air buangan tidak merembes ke tanah yang rawan sinkhole.

Selain itu, Taufiq mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai isu air sinkhole yang disebut berkhasiat. Berdasarkan hasil uji laboratorium, air tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan air pada umumnya.

Terkait warna air yang tampak kebiruan, ia menjelaskan hal tersebut merupakan fenomena alam yang terjadi akibat partikel-partikel kecil atau zat terlarut di dalam air yang menghamburkan panjang gelombang warna biru sehingga tertangkap oleh mata manusia.

“Air berwarna biru adalah fenomena alam dan bukan hal mistis,” tegasnya. (rdr/ant)