PADANG PANJANG

Jalan Lembah Anai Terban, Truk BBM Dialihkan ke Sitinjau Lauik

10
×

Jalan Lembah Anai Terban, Truk BBM Dialihkan ke Sitinjau Lauik

Sebarkan artikel ini
Jalur ekstrem Sitinjau Lauik. (Foto: Dok. Radarsumbar.com)
Jalur ekstrem Sitinjau Lauik. (Foto: Dok. Radarsumbar.com)

PADANGPANJANG, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang, Sumatera Barat, mengalihkan arus lalu lintas truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan kendaraan sejenis ke Jalan Sitinjau Lauik menyusul terbannya badan jalan di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, yang hingga kini masih dalam tahap perbaikan pascabencana.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot, Sabtu, mengatakan pengalihan diberlakukan khusus untuk kendaraan roda enam dan sejenisnya guna menghindari risiko kecelakaan di lokasi terdampak.

Advertisement

“Untuk truk pengangkut BBM atau kendaraan roda enam dan sejenisnya kami alihkan ke Jalan Sitinjau Lauik menyusul terbannya badan jalan di kawasan Lembah Anai,” kata Pifzen saat dihubungi di Kota Padang.

Ia menjelaskan sekitar 40 persen badan jalan di kawasan Lembah Anai terban, tepatnya di kilometer 66,7, atau setelah jembatan kembar perbatasan Kota Padang Panjang dengan Kabupaten Tanah Datar.

Untuk mencegah kemungkinan terburuk akibat penyempitan badan jalan, polisi memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas, khususnya di titik longsor yang kerap memicu antrean kendaraan dari arah Kota Bukittinggi menuju Padang maupun sebaliknya.

“Kami memberlakukan sistem buka tutup setiap lima menit agar arus lalu lintas tetap berjalan,” ujarnya.

Selain truk pengangkut BBM, kepolisian juga belum mengizinkan kendaraan berat seperti ekskavator melintasi jalur tersebut karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Untuk sementara kendaraan berat seperti ekskavator belum bisa melintasi jalur ini demi mengantisipasi perluasan titik badan jalan yang terban,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Fandi (32), mengatakan penyempitan badan jalan di kawasan Lembah Anai menyebabkan arus lalu lintas cukup padat dan kendaraan harus melaju pelan.

“Kondisinya kendaraan lumayan padat dan kami harus ekstra hati-hati karena ada badan jalan yang terban,” ujarnya. (rdr/ant)