HEADLINELIGA 1

Usai Pamit dari Semen Padang FC, Nama Leo Guntara Muncul di Skuad Arema FC

226
×

Usai Pamit dari Semen Padang FC, Nama Leo Guntara Muncul di Skuad Arema FC

Sebarkan artikel ini
Leo Gunara pamitan dengan rekannya di Semen Padang FC. (dok. istimewa)
Leo Gunara pamitan dengan rekannya di Semen Padang FC. (dok. istimewa)

BOLA, RADARSUMBAR.COM – Tanpa perkenalan, nama Leo Guntara mendadak muncul dalam daftar skuad Arema FC di laman resmi ileague.id, Jumat (6/2/2026) malam.

Bek sayap kiri yang sudah pamit dari Semen Padang FC (SPFC) pada Rabu (5/2/2026) lalu itu tercatat mengenakan nomor punggung 4, nomor yang sebelumnya dipakai Odivan Koerich sebelum kontraknya diputus.

Advertisement

Kemunculan nama Leo langsung memantik spekulasi terkait kepindahannya ke Singo Edan pada bursa transfer paruh musim Super League 2025–2026.

Pada putaran pertama musim ini, Leo tampil konsisten bersama Tim Kabau Sirah. Pemain berusia 31 tahun itu mencatatkan 17 penampilan dan hanya sekali absen akibat akumulasi kartu kuning.

Namun, belakangan diketahui bahwa Leo memperkuat Semen Padang dengan status pemain pinjaman. Mengacu data di laman Transfermarkt, pemain yang juga bisa beroperasi sebagai penyerang sayap kiri tersebut masih terikat kontrak dengan Borneo FC Samarinda hingga 31 Desember 2026.

Jika benar Arema mengamankan jasa Leo pada bursa transfer paruh musim, besar kemungkinan statusnya kembali sebagai pemain pinjaman.

Terdaftarnya nama Leo di laman ileague.id membuka peluang baginya untuk menjalani debut saat Arema menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-20 Super League 2025–2026, Minggu (8/2/2026) pukul 19.00 WIB.

Meski demikian, Leo harus bersaing ketat untuk merebut tempat utama. Arema saat ini memiliki sejumlah opsi di sektor bek kiri, di antaranya Johan Farizi dan Iksan Lestaluhu.

Pengalaman Leo yang pernah memperkuat PSM Makassar serta sejumlah klub papan atas lainnya menjadi nilai tambah. Kecepatan, kelincahan, dan fleksibilitasnya di sisi sayap bisa menjadi senjata penting bagi Arema dalam menghadapi padatnya persaingan putaran kedua. (rdr)