PADANG, RADARSUMBAR.COM – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal dan tidak terdampak erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Kamis (5/2) malam pukul 22.25 WIB.
“Kondisi penerbangan masih aman. Alhamdulillah, sejauh ini hasil observasi kami menggunakan paper test dinyatakan negatif,” kata Branch Communication & CSR BIM Feni Lindriany di Padang, Jumat.
Feni menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi tidak terdeteksi mencapai kawasan operasional bandara.
“Abu vulkanik dari erupsi tidak sampai ke area bandara sehingga penerbangan dipastikan dalam kondisi aman,” ujarnya.
Meski demikian, pihak bandara terus melakukan pemantauan secara intensif serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap terjaga seiring aktivitas Gunung Marapi.
Sebelumnya, Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar mengalami erupsi pada Kamis malam pukul 22.25 WIB. Letusan tersebut menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 3.000 meter dari puncak gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Firmansyah, melaporkan kolom abu erupsi teramati mencapai ketinggian sekitar 5.891 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut,” kata Teguh.
PGA Gunung Marapi juga mencatat erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 27 detik. (rdr/ant)







