PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto terkait operasional hotel yang berada di kawasan Thakher City, Makkah, Arab Saudi, setelah aset tersebut diakuisisi oleh Danantara Indonesia.
“Untuk tahun ini kami belum mendapatkan arahan langsung dari Presiden apakah hotel ini akan digunakan atau belum,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Harun Al Rasyid di Padang, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Harun saat memberikan pembekalan kepada 90 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Embarkasi Haji Padang.
Harun menjelaskan, hingga saat ini pemerintah Indonesia melalui Danantara masih menyelesaikan proses administrasi akuisisi hotel tersebut. Ia memperkirakan peralihan kepemilikan secara de jure dan de facto baru terealisasi pada Maret 2026.
Meski demikian, Kemenhaj pada prinsipnya telah siap apabila nantinya Presiden menginstruksikan penggunaan hotel tersebut untuk mendukung layanan jamaah haji Indonesia.
“Kami siap saja apabila Presiden memerintahkan Kementerian Haji untuk menggunakan hotel ini,” ujarnya.
Sebagai informasi, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) telah mengakuisisi aset perhotelan dan real estat yang berlokasi di kawasan Thakher City, Makkah. Langkah tersebut menjadi tahap awal Danantara dalam memasuki sektor hospitality di Arab Saudi.
Akuisisi ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang dan bertahap untuk mendukung peningkatan kualitas layanan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia di masa mendatang. (rdr/ant)







