OLAHRAGA

KONI Pusat Jadikan Sumbar Role Model Program 1 Data Atlet Nasional

9
×

KONI Pusat Jadikan Sumbar Role Model Program 1 Data Atlet Nasional

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi menjadikan KONI Sumatera Barat sebagai role model penerapan program 1 Data Atlet Nasional.

Penetapan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari percepatan digitalisasi data keolahragaan nasional yang disupport penuh oleh Kemenpora RI.

Advertisement

Program 1 Data Atlet Nasional sendiri merupakan inisiatif KONI Sumbar yang bertujuan merekam dan mengintegrasikan data atlet secara menyeluruh, mulai dari profil atlet, rekam latihan, prestasi, hingga riwayat kompetisi yang pernah diikuti.

Sebagai bentuk keseriusan, KONI Pusat juga membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Digitalisasi Nasional, dengan Sumatera Barat dipercaya menempati posisi Wakil Ketua Pokja.

Hingga saat ini, KONI Sumbar menjadi satu-satunya KONI provinsi di Indonesia yang memiliki Wakil Ketua Umum (Waketum) khusus bidang digitalisasi.

Penandatanganan MoU dilaksanakan oleh Waketum Digitalisasi KONI Sumbar, Dolla Indra, bersama Kepala Bidang IT dan Pengolahan Data KONI Pusat.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, Kepala Bidang IT KONI Pusat, Iwan Kurniawan, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Sekretaris Umum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama, Kepala Bidang Kerja Sama Antar Lembaga KONI Sumbar Ami, serta staf Ketua Umum KONI Sumbar, Riko.

Waketum Digitalisasi KONI Sumbar, Dolla Indra, yang juga merupakan anggota Pokja Percepatan Digitalisasi Nasional KONI Pusat, mengatakan bahwa penunjukan Sumbar sebagai role model merupakan pengakuan atas kesiapan sistem dan komitmen daerah dalam membangun tata kelola olahraga berbasis data.

“1 Data Atlet Nasional ini bukan hanya soal database, tapi tentang membangun ekosistem pembinaan atlet yang terukur, transparan, dan berkelanjutan. Data latihan, prestasi, hingga riwayat kompetisi akan menjadi dasar pengambilan kebijakan olahraga ke depan,” ujar Dolla Indra.

Ia menambahkan, melalui MoU tersebut diharapkan penerapan digitalisasi olahraga dapat segera direplikasi ke provinsi lain, dengan Sumatera Barat sebagai percontohan nasional.

Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung pembinaan atlet jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing olahraga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (rdr)