EKONOMI

Perkuat Hilir, Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha jadi Subholding Downstream

4
×

Perkuat Hilir, Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha jadi Subholding Downstream

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kilang minyak PT Pertamina (Persero). (Foto: Dok PT. Pertamina)
Ilustrasi kilang minyak PT Pertamina (Persero). (Foto: Dok PT. Pertamina)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – PT Pertamina (Persero) resmi mengintegrasikan tiga anak usaha di sektor hilir, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), serta segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS), ke dalam satu subholding downstream.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan integrasi ini akan menyatukan fungsi kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran dalam satu sistem terpadu.

Advertisement

“Ketika kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, serta menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, penggabungan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Pertamina di tengah dinamika global.

Dengan sistem terintegrasi, koordinasi antarfungsi diharapkan berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan menjadi lebih efektif, serta investasi dapat dilakukan secara lebih optimal.

Melalui Subholding Downstream, Pertamina juga menargetkan transformasi bisnis, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan energi kepada masyarakat.

Simon menegaskan integrasi ini tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat, mitra bisnis, maupun pekerja. Sebaliknya, langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pasokan energi yang semakin andal dan berkelanjutan.

“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat, Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan integrasi bisnis hilir yang berlaku efektif mulai 1 Februari 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung Astacita swasembada energi.

“Integrasi ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi,” kata Baron.

Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, Pertamina optimistis pelayanan energi kepada masyarakat akan semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global. (rdr/ant)