BERITA

Waspada Karhutla, BMKG Pantau Ratusan Titik Panas di Sumatera

1
×

Waspada Karhutla, BMKG Pantau Ratusan Titik Panas di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kebakaran hutan. (Ilustrasi shutterstock.com)

PEKANBARU, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 113 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 60 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya G menyampaikan, selain Pelalawan, sebaran titik panas juga terpantau di Kabupaten Bengkalis (26 titik), Indragiri Hilir (9), Kota Dumai (9), Rokan Hilir (9), serta Kepulauan Meranti (1). Data tersebut merupakan pembaruan hingga pukul 07.00 WIB, Rabu.

Advertisement

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian, seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal,” kata Sanya di Pekanbaru, Rabu.

Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, BMKG mendeteksi 170 titik panas, dengan Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak. Selanjutnya disusul Kepulauan Riau (20 titik), Aceh (20), Kepulauan Bangka Belitung (9), Jambi (3), serta Sumatera Selatan dan Sumatera Barat masing-masing satu titik.

Setelah melewati masa banjir di sejumlah wilayah, Provinsi Riau kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki awal Februari 2026, sejumlah titik api mulai terpantau di berbagai daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sedikitnya enam kabupaten dan kota telah terdampak karhutla. Sebagian kebakaran berhasil ditangani dengan cepat, meskipun di beberapa lokasi petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Ghafur mengatakan, penetapan status siaga darurat di tingkat kabupaten dan kota dinilai sangat strategis dalam penanganan karhutla.

“Untuk menetapkan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi, minimal harus ada tiga daerah yang lebih dulu menetapkan status serupa,” ujarnya.

Oleh karena itu, BPBD Riau terus mendorong daerah-daerah yang rawan atau telah mengalami karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga, terutama jika potensi kebakaran terus meningkat. (rdr/ant)