BERITA

Menag Jelaskan Tujuan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Ormas Islam

2
×

Menag Jelaskan Tujuan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Ormas Islam

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Nasaruddin Umar. (Foto: Dok. Istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah ulama dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam bertujuan untuk saling bertukar informasi serta memberikan masukan terkait berbagai isu aktual, baik di dalam maupun luar negeri.

“Bapak Presiden akan bersilaturahmi. Mungkin beliau akan menyampaikan informasi-informasi aktual kepada para ulama. Di sisi lain, ulama-ulama juga dapat memberikan masukan kepada Presiden sebagai umara,” ujar Menag di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat Presiden Prabowo memanggil sejumlah pimpinan ormas Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren ke Istana Kepresidenan.

Menag menjelaskan, komunikasi antara Presiden dan ulama berlangsung dua arah. Presiden sebagai umara tidak hanya menyampaikan kebijakan dan informasi strategis, tetapi juga mendengarkan langsung pandangan dan aspirasi dari para ulama serta tokoh ormas Islam.

Ia menyebut pertemuan semacam ini bukan hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Prabowo telah beberapa kali menggelar pertemuan dengan ormas-ormas Islam dalam suasana yang hangat dan terbuka.

“Beberapa bulan lalu Bapak Presiden juga mengundang ormas-ormas Islam. Pertemuannya hangat, bahkan berlangsung lama,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

Salah satu isu yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace). Menag menilai, meskipun Presiden telah menyampaikan banyak penjelasan kepada publik, dialog langsung dengan ulama tetap penting sebagai bagian dari komunikasi kebangsaan.

Menag berharap tradisi pertemuan rutin antara ulama dan umara dapat terus terjaga karena dinilai memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional dan masa depan bangsa.

“Ulama juga merasa puas karena bisa berkomunikasi langsung dan mendapatkan informasi dari tangan pertama. Sangat terbuka, Insya Allah,” ujarnya.

Nasaruddin menilai pertemuan tersebut mencerminkan keterbukaan pemerintah dalam menyerap aspirasi umat sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh-tokoh Islam ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa siang.

Menurut Teddy, sekitar 40–50 orang menghadiri pertemuan tersebut, yang berasal dari berbagai organisasi Islam, seperti PBNU, Muhammadiyah, MUI, Persis, Syarikat Islam, serta tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah.

“Hampir semua organisasi muslim hadir. Diskusinya mencakup kondisi dalam negeri dan isu luar negeri,” kata Teddy.

Ia menambahkan, salah satu isu luar negeri yang dibahas adalah keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza. (rdr/ant)