LIFESTYLE

Tak Sekadar Eksotis, Inilah Alasan Masakan Haiti Kini Jadi Tren Baru di Kalangan Foodies Lokal

7
×

Tak Sekadar Eksotis, Inilah Alasan Masakan Haiti Kini Jadi Tren Baru di Kalangan Foodies Lokal

Sebarkan artikel ini

RADARSUMBAR.COM – Di tengah gempuran tren kuliner Barat dan Asia Timur, sebuah permata tersembunyi dari kawasan Karibia mulai mencuri perhatian para penikmat kuliner di tanah air. Masakan Haiti, yang dikenal dengan profil rasa yang kaya dan teknik memasak tradisional yang kuat, ternyata memiliki kemiripan yang mengejutkan dengan cita rasa Nusantara.

Bagi banyak orang Indonesia, mencicipi hidangan khas Haiti bukan lagi sekadar mencoba makanan asing, melainkan sebuah pengalaman yang terasa “akrab.” Fenomena ini bukan tanpa alasan. Secara geografis, baik Indonesia maupun Haiti berada di sabuk tropis yang memiliki kesamaan dalam ketersediaan bahan baku dan rempah-rempah primer.

Sentuhan Rempah yang Akrab Salah satu rahasia kelezatan masakan Haiti terletak pada penggunaan Epis—sebuah bumbu dasar (base paste) yang terdiri dari bawang putih, paprika, cabai, dan berbagai herba segar. Konsep ini sangat mirip dengan “bumbu halus” atau “pedas manis” yang menjadi fondasi hampir setiap masakan di Indonesia.

Kedua budaya kuliner ini sama-sama sangat mengandalkan bawang putih, bawang merah, dan cabai untuk membangun kedalaman rasa. Tidak mengherankan jika saat pertama kali mencicipi hidangan seperti Griot (babi goreng khas Haiti) atau Diri ak Pwa (nasi kacang), lidah orang Indonesia tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi.

Teknik Memasak Lambat dan Rasa Gurih Masyarakat Haiti sangat menghargai proses. Teknik marinasi yang lama dan metode slow-cooking adalah standar utama. Hal ini menciptakan tekstur daging yang lembut dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam—sebuah karakteristik yang juga kita temukan pada rendang atau opor.

Selain itu, penggunaan santan dan pisang raja (plantain) dalam berbagai hidangan sampingan memperkuat jembatan rasa antara Karibia dan Indonesia. Rasa gurih yang dominan namun tetap memiliki keseimbangan rempah membuat masakan ini sangat cocok dinikmati dengan nasi putih, makanan pokok masyarakat lokal.

Destinasi Kuliner Karibia di Indonesia Kini, untuk merasakan autentisitas tersebut, masyarakat tidak perlu terbang belasan jam melintasi samudra. Salah satu representasi kuliner Haiti yang mulai menjadi perbincangan adalah Joenise restaurant. Restoran ini membawa resep-resep warisan asli Haiti ke atas meja makan dengan sentuhan profesional.

Bagi para penjelajah rasa yang ingin memulai petualangan kuliner mereka, mengunjungi portal seperti joeniserestaurant.com bisa menjadi langkah awal untuk mengenal lebih jauh menu-menu yang ditawarkan. Kehadiran kuliner seperti ini tidak hanya memperkaya pilihan tempat makan, tetapi juga menjadi edukasi budaya tentang bagaimana rempah-rempah dunia saling terhubung.

Pada akhirnya, meskipun terpisah jarak ribuan mil, masakan Haiti membuktikan bahwa lidah memiliki bahasa universal yang bisa menyatukan perbedaan melalui kelezatan yang autentik.