BATUSANGKAR, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir bandang di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Sabtu (31/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan hunian sebelum diserahterimakan kepada warga terdampak.
Di kawasan Guguak Malalo, sebanyak 28 unit huntara telah rampung dibangun dari total sekitar 500 unit huntara yang disiapkan melalui sinergi BP BUMN dan Danantara. Andre memastikan, serah terima huntara kepada warga direncanakan berlangsung pada Senin ini.
Andre menegaskan, percepatan penyediaan hunian darurat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemulihan cepat dan terukur pascabencana di Sumatera Barat. “Negara harus hadir, bukan hanya membangun, tetapi memastikan hunian ini benar-benar siap dan layak ditempati masyarakat,” ujar Andre.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus wakil rakyat daerah pemilihan Sumbar, Andre menyebut pemantauan pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap) terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar.
Selain persoalan hunian, Andre juga menyoroti kebutuhan mendesak warga Guguak Malalo terkait pemulihan sektor pertanian. Sedikitnya 12 hektare areal persawahan warga terdampak material bencana dan membutuhkan penanganan segera. Untuk itu, Andre menyatakan akan membantu menurunkan empat unit dump truck guna mempercepat pembersihan lahan dan memulihkan mata pencaharian petani.
“Saya mengapresiasi sinergi semua pihak—pemerintah pusat, BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat—yang bergerak bersama mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat,” tegasnya.
Project Manager Huntara dari Nindya Karya, Syafriwal, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan Andre Rosiade. Ia menegaskan pihaknya terus menggenjot penyelesaian huntara bagi korban banjir bandang. “Insya Allah pembangunan segera tuntas dan bisa langsung dihuni warga,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menjelaskan bahwa usulan pembangunan huntara dan huntap di Tanah Datar masing-masing berjumlah 140 unit. Dari total 66 unit huntara yang diusulkan, realisasi pembangunan baru mencapai sekitar 40 persen, dengan 28 unit telah selesai di Guguak Malalo.
Selain Guguak Malalo, pembangunan huntara juga berlangsung di dua lokasi lain, yakni Bungo Tanjuang dan Sumpur, yang ditangani oleh BNPB. Untuk kebutuhan hunian tetap, pemerintah daerah mencatat masih diperlukan sekitar 385 unit huntap bagi warga terdampak di seluruh wilayah Tanah Datar.
Selama masa transisi, sebagian warga masih menumpang di rumah keluarga, sementara lainnya menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Tanah Datar, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre Rosiade, BP BUMN, Danantara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pemulihan pascabencana,” tutup Ahmad Fadly. (rdr)






