PARIAMAN

Anggaran Terbatas, Pemko Pariaman Fokus Rawat Infrastruktur Wisata di 2026

1
×

Anggaran Terbatas, Pemko Pariaman Fokus Rawat Infrastruktur Wisata di 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi wisatawan sedang berada di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumbar. Diskominfo Pariaman

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat, memfokuskan pemeliharaan infrastruktur penunjang kawasan wisata pada 2026 agar tetap terlihat baik dan terawat, meskipun tidak ada pembangunan fisik baru akibat keterbatasan anggaran.

“Kami berupaya meskipun di tengah keterbatasan anggaran, objek wisata di Pariaman harus tetap terlihat bagus dan terawat,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan, upaya pemeliharaan dilakukan antara lain melalui pengecatan ulang fasilitas wisata serta pengoperasian kembali air mancur di kawasan Talao Pauah guna meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.

Menurut Ferialdi, anggaran yang dibutuhkan untuk pemeliharaan tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Pemeliharaan ini diharapkan dapat menjaga dan menambah pesona objek wisata di Kota Pariaman.

Sementara itu, untuk infrastruktur milik organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang berada di kawasan wisata, seperti Jembatan Gandoriah (Gandoriah Bridge), pihaknya menjalin koordinasi dengan instansi terkait agar dilakukan perbaikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar jembatan tersebut dapat diperbaiki tahun ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejumlah besi pagar Jembatan Gandoriah dilaporkan hilang dan diduga dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ferialdi menambahkan, langkah pemeliharaan di tengah keterbatasan anggaran ini dilakukan agar wisatawan tetap nyaman berkunjung ke Pariaman, sehingga target kunjungan wisata 2026 dapat tercapai.

Sebelumnya, Pemko Pariaman menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 1,4 juta orang pada 2026, angka yang relatif sama dengan realisasi kunjungan wisata pada 2025.

“Kami menargetkan tahun 2026 di angka 1,4 juta kunjungan. Angka ini tidak jauh berbeda dari capaian 2025 yang juga sekitar 1,4 juta,” kata Ferialdi.

Menurutnya, target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan kondisi aksesibilitas menuju Pariaman, yang hingga kini masih terdampak belum pulihnya sejumlah jalur transportasi utama akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. (rdr/ant)