LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, membantu menerbitkan 1.822 dokumen administrasi kependudukan milik penyintas bencana yang rusak dan hilang akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025.
“Administrasi kependudukan yang kami terbitkan ini sebelumnya hilang dan terendam banjir,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Agam Dedi Asmar di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia merinci, dari total 1.822 dokumen yang diterbitkan, terdiri atas 758 Kartu Keluarga (KK), 775 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), 20 dokumen perekaman, satu surat pindah, tujuh Kartu Identitas Anak (KIA), satu Identitas Kependudukan Digital (IKD), 125 akta kelahiran, dan 135 akta kematian.
“Sebanyak 1.822 dokumen administrasi kependudukan ini diterbitkan dari total 18.279 penduduk yang terdampak dan terdata di wilayah bencana,” ujarnya.
Dedi menjelaskan pelayanan penerbitan dokumen kependudukan tersebut dibuka di kantor nagari (desa) dan kantor camat di wilayah terdampak.
Selain itu, nagari juga dapat memanfaatkan Sistem Informasi Layanan Elektronik Terintegrasi Online (SILETON) untuk menginput data dokumen yang akan diterbitkan.
Dokumen kependudukan yang telah selesai diterbitkan langsung diantarkan kepada para penyintas, mengingat administrasi kependudukan menjadi syarat utama untuk memperoleh berbagai bantuan, seperti dana duka, jatah hidup, dan bantuan sosial lainnya.
“Administrasi kependudukan ini akan dipadankan dengan data penerima manfaat,” katanya.
Salah seorang penyintas bencana di Nagari Salareh Aia, Ibnu Riaga, mengaku sangat terbantu dengan program pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan Disdukcapil Agam.
“Seluruh administrasi kependudukan kami hilang terbawa banjir bandang yang terjadi pada Rabu (27/11/2025). Kami sangat terbantu dengan program ini,” katanya. (rdr/ant)






