PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat, menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 1,4 juta orang pada 2026, angka yang relatif sama dengan realisasi kunjungan wisata pada 2025.
“Kami menargetkan tahun 2026 di angka 1,4 juta kunjungan. Angka ini memang tidak jauh berbeda dari capaian tahun 2025 yang juga sekitar 1,4 juta,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Jumat.
Ia menjelaskan target tersebut dinilai realistis karena mempertimbangkan kondisi aksesibilitas transportasi menuju Pariaman yang hingga kini belum sepenuhnya pulih akibat dampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Menurut Ferialdi, salah satu kendala utama adalah belum normalnya akses jalan nasional Padang–Bukittinggi, khususnya di kawasan Lembah Anai. Jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi di Sumatera Barat yang sangat memengaruhi arus kunjungan wisatawan ke berbagai daerah penyangga, termasuk Kota Pariaman.
Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, perbaikan dan normalisasi jalan di kawasan Lembah Anai diperkirakan baru akan rampung pada Juli 2026.
Padahal, dua agenda wisata unggulan Kota Pariaman yang berpotensi mendatangkan ratusan ribu wisatawan digelar sebelum Juli, yakni Piaman Barayo pada Maret dan Pesona Hoyak Tabuik Piaman pada Juni.
Ia menambahkan, sebagian besar wisatawan pada dua event tersebut berasal dari Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, serta sejumlah daerah di Provinsi Riau.
Meski demikian, Pemko Pariaman tetap berupaya mengoptimalkan potensi wisata bahari dan budaya sebagai andalan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan 43 kegiatan pariwisata sepanjang tahun 2026 untuk menarik kunjungan wisatawan.
“Kalender wisata dalam waktu dekat akan kami rilis,” ujarnya.
Pemko Pariaman berharap perbaikan jalan di Lembah Anai dapat segera diselesaikan sehingga kunjungan wisatawan dapat kembali meningkat signifikan pada semester kedua 2026, guna mengejar target kunjungan yang telah ditetapkan. (rdr/ant)






