ACEH, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 53 sekolah terdampak banjir dan longsor di dataran tinggi Aceh yang telah 100 persen rampung direvitalisasi. Sekolah-sekolah tersebut berada di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang selesai direvitalisasi tahun 2025 sudah 100 persen. Aceh Tengah 36 sekolah dan Bener Meriah 17 sekolah, total 53 sekolah,” kata Abdul Mu’ti saat meninjau sekolah terdampak bencana di SD Negeri 12 Bintang, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis.
Ia menjelaskan, sekolah yang direvitalisasi terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dan kini sudah dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar oleh para peserta didik di kedua daerah tersebut.
Abdul Mu’ti berharap, sekolah-sekolah lain di Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor juga dapat segera diperbaiki atau dibangun kembali pada tahun anggaran 2026.
“Mudah-mudahan pada 2026 ini bisa kita prioritaskan juga untuk daerah-daerah yang terdampak,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen juga menyoroti kondisi SMP Negeri 22 Aceh Tengah yang dinilai masih memprihatinkan dan membutuhkan penanganan khusus. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan direlokasi ke tempat yang lebih layak hingga pembangunan kembali dilakukan.
“Insya Allah, SMP Negeri 22 Aceh Tengah akan mendapatkan bantuan unit sekolah baru pada 2026, termasuk SD Negeri 12 Bintang yang bagian belakangnya terdampak longsor,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Abdul Mu’ti juga menerima permintaan dukungan fasilitas penunjang pembelajaran, seperti akses internet Starlink, guna menunjang proses belajar mengajar. Terlebih, SD Negeri 12 Bintang telah menerima bantuan Indonesia Financing Program (IFP) dari Presiden.
“Insya Allah akan kita usahakan dari kementerian. Dengan Starlink, pembelajaran di sekolah bisa berjalan lebih baik,” ujar Abdul Mu’ti. (rdr/ant)






