SUMBAR

Andre Rosiade: Kementerian PU Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Macet Puluhan Tahun Ditargetkan Tuntas

32
×

Andre Rosiade: Kementerian PU Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Macet Puluhan Tahun Ditargetkan Tuntas

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Menteri PU Dody Hanggodo meninjau kesiapan membangun fly over di kawasan Pasar Padang Luar. (Foto: Tim AR)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan kesiapan membangun fly over di kawasan Pasar Padang Luar, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi solusi permanen atas kemacetan kronis yang telah berlangsung puluhan tahun di pusat aktivitas ekonomi terbesar di wilayah tersebut.

Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade usai melakukan peninjauan bersama Menteri PU Dody Hanggodo, Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi, Rabu (28/1/2026). Pasar Padang Luar dikenal sebagai pasar sayur terbesar di Sumatra dengan arus kendaraan yang sangat padat setiap hari, terutama pada jam distribusi logistik.

Andre Rosiade menegaskan bahwa secara teknis proyek fly over Padang Luar sudah siap untuk dieksekusi. Desain konstruksi telah tersedia dan mendapat persetujuan awal, sementara satu-satunya pekerjaan rumah yang tersisa adalah penyelesaian administrasi pembebasan lahan, khususnya yang berkaitan dengan aset milik warga dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Desain fly over sudah aman. Tinggal urusan lahan saja, terutama yang terkait dengan PT KAI. Ini sedang kami urus secara serius. Dirut KAI akan kami bawa langsung ke Padang Luar untuk duduk bersama dengan Pak Gubernur dan Bupati Agam,” ujar Andre diamini Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi yang memastikan desain Fly Over sudah oke.

Dalam penjelasannya, Andre menyebut sebagian lahan yang dibutuhkan berada di atas aset PT KAI dengan luasan sekitar dua hektare. Namun, ia optimistis proses penyelesaian lahan tidak akan menemui hambatan berarti karena telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Kementerian PU.

Menteri PU Dody Hanggodo dalam kesempatan yang sama menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Ia menyebut Bupati Agam Benny Warlis juga telah menyatakan persetujuan saat bertemu di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan meninjau pembangunan jalan di Malalak Agam di hari yang sama.

Dia berharap kesiapan pemerintah daerah untuk terlibat aktif dalam percepatan pembangunan fly over Padang Luar sebagai bagian dari peningkatan konektivitas dan kelancaran logistik Sumatera Barat. “Ini kawasan vital. Kalau fly over dibangun, dampaknya besar untuk kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat,” kata Dody.

Gubernur Sumbar Mahyeldi juga menyebut telah “tosan” dengan Bupati Agam terkait pembangunan Fly Over ini. “Kita akan maksimalkan soal pembebasan lahan masyarakat dengan Bupati Agam. Karena ini sangat bermanfaat,” kata Mahyeldi yang juga putra asli Kabupaten Agam ini.

Andre Rosiade menegaskan pembangunan fly over Padang Luar merupakan komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah untuk menyelesaikan persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat dan pelaku ekonomi.

“Kementerian PU akan membangunkan fly over Padang Luar. Insya Allah, kemacetan puluhan tahun di kawasan ini akan kita selesaikan. Ini bukan janji, tapi program nyata,” tegas Andre yang menyebut akan segera bertemu dengan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin dalam waktu dekat terkait pembebasan lahan. Dan akan mengajak diskusi bersama Gubernur dan Bupati Agam.

Terkait waktu pelaksanaan, Andre menyampaikan target pembangunan dapat dimulai pada tahun 2027, setelah seluruh proses pembebasan lahan dan koordinasi lintas instansi rampung. “Kalau lahan selesai, insya Allah mulai 2027. Sekarang fokus kita menyelesaikan masalah lahannya dulu,” pungkasnya.

Pembangunan fly over Padang Luar diharapkan menjadi tonggak penting dalam penataan kawasan perdagangan strategis Sumatera Barat sekaligus memperkuat jalur distribusi regional yang selama ini terhambat oleh kemacetan harian. (rdr)