PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerap hingga 40 ribu tenaga kerja lokal untuk mempercepat pemulihan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada akhir November 2025.
“Kita sudah mempekerjakan 40 ribu tenaga kerja lokal untuk menangani dampak bencana yang tersebar di tiga provinsi,” kata Menteri PU Dody Hanggodo di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan saat Menteri PU meninjau perkembangan pembangunan sejumlah infrastruktur terdampak bencana bersama Gubernur Sumbar, Wakil Ketua Komisi VI, dan Bupati Agam. Selain mempercepat pemulihan, penyerapan tenaga kerja lokal juga bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kalangan akar rumput.
Instruksi penyerapan tenaga kerja lokal pertama kali disampaikan pada 12 Desember 2025 di Aceh, dan diterapkan juga di dua provinsi lainnya. “Jadi, padat karya itu harus dilakukan terutama di lokasi bencana,” ujar Dody.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar ekonomi masyarakat terdampak bencana tidak terganggu.
Di sisi lain, PT Hutama Karya Infrastruktur melaporkan di Kecamatan Malalak telah mempekerjakan 16 tenaga kerja lokal sebagai supir truk dan helper untuk mengangkut material. Proses rekrutmen dilakukan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan.
“Pemberdayaan tenaga kerja lokal merupakan salah satu standar perusahaan, di mana sekitar 40 persen tenaga kerja harus berasal dari warga lokal,” kata Supervisor HSE PT Hutama Karya, Budi Setia. (rdr/ant)






