AGAM

Petani Menjerit, Puluhan Ton Ikan Mati Massal di Danau Maninjau

2
×

Petani Menjerit, Puluhan Ton Ikan Mati Massal di Danau Maninjau

Sebarkan artikel ini
Bangkai ikan mati di Danau Maninjau, Kabupaten Agam. (Antara)
Ilustrasi bangkai ikan mati di Danau Maninjau, Kabupaten Agam. (Antara)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Ikan milik petani keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mati secara massal akibat angin kencang yang melanda daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Salah seorang petani KJA Danau Maninjau, Resky Bayrmanto, mengatakan ikan miliknya yang mati mencapai sekitar 20 ton.

“Sebanyak 20 ton ikan jenis nila siap panen mati, berasal dari 20 petak keramba jaring apung atau sekitar satu ton per petak,” kata Resky di Lubuk Basung, Rabu.

Ia menyebutkan, ikan yang berhasil diselamatkan hanya sekitar satu ton dan telah dijual ke pasar tradisional di Kabupaten Agam. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami kerugian hingga Rp600 juta, mengingat harga ikan nila di tingkat petani sedang cukup baik.

“Harga saat ini sekitar Rp30 ribu per kilogram, sebelumnya Rp25 ribu per kilogram,” ujarnya.

Kematian ikan secara massal tersebut dilaporkan terjadi di Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, dan mulai terlihat sejak Minggu (25/1/2026), ditandai dengan ikan yang mengapung di dalam keramba.

“Ini sudah yang ketiga kalinya ikan kami mati massal sejak banjir bandang melanda wilayah ini pada akhir November 2025,” katanya.

Meski mengalami kerugian besar, Resky menyebutkan akan tetap melanjutkan usaha budidaya ikan karena merupakan mata pencaharian utama. Namun, jumlah bibit akan dikurangi dari 30 ribu menjadi 20 ribu ekor untuk meminimalkan risiko.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Rosva Deswira, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan total terhadap jumlah ikan petani yang mati akibat peristiwa tersebut.

“Penyuluh perikanan sudah turun ke lapangan untuk mendata kematian ikan keramba jaring apung,” katanya.

Ia menjelaskan, kematian ikan diduga kuat akibat berkurangnya kadar oksigen di dalam danau setelah angin kencang melanda kawasan Danau Maninjau.

Untuk meminimalkan kerugian, pihaknya mengimbau petani agar melakukan panen dini, memindahkan bibit ke kolam air tenang, serta menerapkan langkah antisipasi lainnya.

“Kami hampir setiap tahun mengeluarkan surat imbauan kepada petani keramba jaring apung untuk mengantisipasi potensi kematian ikan,” ujarnya. (rdr/ant)