LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tengah melakukan verifikasi data calon penerima bantuan dari Kementerian Sosial bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda daerah tersebut.
“Saat ini kami melakukan verifikasi data calon penerima bantuan dari Kementerian Sosial. Kami ingin data yang disampaikan benar-benar valid,” kata Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung, Rabu.
Ia menyebutkan, langkah tersebut sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, agar pemerintah daerah segera menyiapkan data calon penerima bantuan.
Program bantuan dari Kementerian Sosial tersebut meliputi uang perabotan sebesar Rp3 juta, stimulan ekonomi Rp5 juta, serta bantuan lauk pauk Rp15 ribu per orang per hari bagi korban terdampak bencana.
“Saat ini tim dari Dinas Sosial Agam sedang melakukan verifikasi lapangan dan hasilnya akan segera disampaikan kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, mengatakan jumlah data yang sedang diverifikasi mencapai 2.421 kepala keluarga (KK).
“Data tersebut mencakup warga yang berada di hunian sementara (huntara), penerima dana tunggu hunian, serta warga yang nantinya memilih menempati hunian tetap,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan stimulan ekonomi juga akan diberikan berdasarkan hasil verifikasi, termasuk bagi korban yang lahan persawahannya rusak akibat banjir bandang.
Sebelumnya, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa bupati atau wali kota di daerah terdampak bencana harus segera menyampaikan data calon penerima bantuan.
Menurutnya, kewenangan penentuan penerima bantuan berada di tangan kepala daerah. Ia mencontohkan, warga dengan rumah rusak ringan namun kehilangan lahan pertanian tetap dapat diusulkan menerima stimulan ekonomi Rp5 juta sambil menunggu revitalisasi oleh Kementerian Pertanian.
Pemkab Agam bersama TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pemulihan pascabencana. Hingga kini, 117 hunian sementara di Kayu Pasak, Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, telah ditempati oleh penyintas.
Selain itu, tim gabungan juga mempercepat normalisasi sungai, pembangunan jembatan bailey, pembukaan akses jalan, serta pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. (rdr/ant)






