PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengupayakan percepatan pemulihan perekonomian masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 dengan memperbanyak kegiatan pariwisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan kegiatan setiap bulan, baik di bidang kesenian, kebudayaan, maupun sport tourism (wisata olahraga).
“Setiap bulan ada kegiatan, baik kesenian, kebudayaan, maupun sport tourism,” kata Yota Balad di Pariaman, Rabu.
Ia menjelaskan, banyaknya kegiatan diyakini dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan pengelola penginapan. Wisatawan yang datang tidak hanya berbelanja, tetapi juga menginap, sehingga aktivitas ekonomi kembali bergerak setelah sempat melambat akibat bencana.
Untuk itu, Pemerintah Kota Pariaman akan mengaktifkan kembali fasilitas pertunjukan di sejumlah objek wisata serta menghidupkan kembali kegiatan unggulan, salah satunya Bermalam Mingguan di Balai Kota.
“Minggu kemarin kegiatan sport tourism sudah mulai dilaksanakan dan alhamdulillah membantu pergerakan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Yota Balad menambahkan, meskipun dampak cuaca ekstrem terhadap infrastruktur fisik di Pariaman tidak sebesar daerah lain, namun sektor ekonomi mengalami kerugian cukup besar, mengingat pariwisata menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Penurunan kunjungan wisatawan selama bencana menjadi faktor utama melemahnya ekonomi lokal.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Pariaman juga akan meluncurkan Kalender Wisata 2026 yang memuat 43 kegiatan yang akan digelar sepanjang tahun.
“Sebanyak 43 kegiatan akan dilaksanakan sepanjang 2026,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman bersama komunitas dan berbagai pihak telah mengagendakan 43 kegiatan guna menyemarakkan kota wisata yang dijuluki Kota Tabuik tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi mengatakan, penyusunan kalender kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, hingga komunitas.
“Seluruh kegiatan yang dihimpun akan dimasukkan ke dalam kalender event 2026,” katanya.
Menurutnya, puluhan kegiatan tersebut mencakup seni, budaya, dan olahraga, yang diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Pariaman. (rdr/ant)






