AGAM

TNI Percepat Pemulihan Infrastruktur, Enam Jembatan di Agam Diresmikan

1
×

TNI Percepat Pemulihan Infrastruktur, Enam Jembatan di Agam Diresmikan

Sebarkan artikel ini
Salah satu jembatan armco yang diresmikan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (28/1/2026). ANTARA/HO-Kodim 0304 Agam.

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) meresmikan enam jembatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya pemulihan akses transportasi warga terdampak banjir bandang yang melanda daerah tersebut.

Peresmian enam jembatan yang terdiri dari tiga jembatan bailey dan tiga jembatan armco dipusatkan di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (28/1).

Di Kecamatan Tanjung Raya, jembatan yang diresmikan meliputi jembatan bailey Sungai Rangeh, serta jembatan armco di Sampia Sungai Rangeh, Kampung Jambu, dan Bancah.
Sementara itu, melalui zoom meeting, turut diresmikan jembatan bailey Aia Taganang di Kecamatan Matur serta jembatan bailey Kubu Sarunai di Kecamatan Canduang.

Kepala Staf Kodam (Kasdam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Brigjen TNI Heri Prakoso P. Wibowo, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.

“TNI hadir membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan serta mengatasi kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan enam jembatan ini dilaksanakan oleh Kodim 0304/Agam, unsur Zeni Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 897 Singgalang, serta unsur terkait lainnya.

Di wilayah Sumatera Barat, Kodam XX/TIB telah membangun 11 jembatan bailey, lima jembatan armco, serta 10 jembatan perintis dan gantung guna membuka kembali akses wilayah yang sempat terisolasi akibat bencana.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi AR, menyebutkan pemulihan infrastruktur merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat bergerak cepat dan bahu-membahu dalam melakukan pemulihan pascabencana,” katanya.

Diketahui, banjir bandang melanda Kabupaten Agam pada akhir November 2025, mengakibatkan sekitar 40 jembatan terdampak. Pemerintah terus berupaya mempercepat perbaikan agar akses transportasi masyarakat kembali normal dan wilayah terdampak tidak terisolasi. (rdr/ant)