BERITA

Kementrans Tindaklanjuti Usulan Transmigrasi Lokal 60 KK di Sumbar

2
×

Kementrans Tindaklanjuti Usulan Transmigrasi Lokal 60 KK di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi.(Dok. Kementrans)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menerima sejumlah permohonan bantuan dari pemerintah daerah terkait penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera. Salah satunya adalah usulan transmigrasi lokal bagi 60 kepala keluarga (KK) asal Sumatera Barat (Sumbar).

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa permohonan tersebut diajukan oleh Gubernur Sumatera Barat dengan rencana lokasi penempatan di Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung.

“Selain usulan perbaikan infrastruktur, kami juga menerima permohonan pelaksanaan transmigrasi lokal dari Gubernur Sumatera Barat dengan calon lokasi penempatan di Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung sebanyak 60 kepala keluarga,” kata Viva Yoga Mauladi dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, permohonan transmigrasi lokal tersebut saat ini tengah ditindaklanjuti oleh Kementrans untuk memastikan masyarakat yang direlokasi memperoleh kawasan permukiman baru yang layak, aman, dan berkelanjutan guna melanjutkan kehidupan pascabencana.

Sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat terdampak bencana, Kementrans juga telah melakukan sejumlah langkah konkret dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera.

Langkah tersebut antara lain pembangunan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan darurat masyarakat terdampak. Selain itu, Kementrans menyalurkan 17 paket bantuan ke kawasan eks-transmigrasi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara.

Upaya lainnya adalah pembangunan sarana air bersih untuk mengatasi terputusnya akses air akibat rusaknya infrastruktur. Sarana air bersih tersebut dibangun di sejumlah titik di wilayah Aceh dengan memanfaatkan sumber air bor berkedalaman sekitar 40 meter yang dilengkapi pompa air.

Dalam kesempatan yang sama, Viva Yoga Mauladi juga menegaskan peran strategis Tim Ekspedisi Patriot dalam mendukung penanganan tanggap darurat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025.

Menurut dia, keberadaan tim tersebut menjadi perpanjangan tangan Kementerian Transmigrasi dalam memastikan data lapangan serta kebutuhan warga transmigran tetap terpantau meski akses ke lokasi bencana terbatas.

“Kami menganggap keberadaan Tim Ekspedisi Patriot sebagai blessing in disguise. Saat seharusnya mereka segera dievakuasi dari lokasi bencana, tim ini justru menjadi perpanjangan tangan Kementerian Transmigrasi dalam masa tanggap bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa dari tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera, kawasan transmigrasi yang mengalami dampak langsung berada di dua wilayah, yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Barat. (rdr/ant)