PADANG PARIAMAN

616 KK Penyintas Bencana Padang Pariaman Direlokasi dari Zona Merah

0
×

616 KK Penyintas Bencana Padang Pariaman Direlokasi dari Zona Merah

Sebarkan artikel ini
Suasana di salah satu kamar huntara kawasan Batang Anai Padang Pariaman. (dok. Radarsumbar.com)
Suasana di salah satu kamar huntara kawasan Batang Anai Padang Pariaman. (dok. Radarsumbar.com)

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah merelokasi 616 kepala keluarga (KK) penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Relokasi dilakukan karena rumah para penyintas berada di zona merah rawan bencana akibat bencana yang terjadi pada akhir 2025.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman Andri Satria Masri mengatakan, dari total 616 KK tersebut, sebanyak 74 KK menempati hunian sementara (Huntara), sementara 542 KK lainnya menerima dana tunggu hunian (DTH).

“Dari 616 KK tersebut, 74 KK menghuni Huntara, sedangkan sisanya menerima dana tunggu hunian,” ujar Andri di Parik Malintang, Senin.

Ia menjelaskan, 74 KK yang menempati Huntara telah menandatangani kesediaan tinggal selama enam bulan, atau hingga hunian tetap (Huntap) selesai dibangun. Huntara tersebut berlokasi di Anduriang sebanyak 34 KK dan Talao Mundam, Kecamatan Batang Anai, sebanyak 40 KK.

Sementara itu, 542 KK lainnya memilih tidak tinggal di Huntara dan mendapatkan DTH sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, yang digunakan untuk mengontrak rumah di luar zona merah bencana.

Namun, Andri menyebut pihaknya belum dapat memastikan apakah seluruh penerima DTH tinggal di rumah kontrakan atau di rumah kerabat, karena data domisili sementara berada di tingkat pemerintahan nagari.

“Namun kedua kelompok tersebut, seluruh 616 KK nantinya akan direlokasi ke hunian tetap,” katanya.

Saat ini, pemerintah daerah masih mencari lahan seluas sekitar 5 hektare yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Huntap bagi para penyintas bencana.

Sementara itu, salah seorang penerima manfaat Huntara di Asam Pulau, Samsimar, mengaku bersyukur karena dapat tinggal di hunian sementara yang aman dari ancaman bencana.

“Rumah saya terkena longsor pada bencana kemarin. Sekarang bisa tinggal di Huntara yang tidak berada di zona merah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada para penyintas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Padang Pariaman dan Pak Prabowo yang telah memperhatikan kami dan keluarga,” tambahnya. (rdr/ant)