HEADLINELIMAPULUH KOTA

Andre Rosiade Tinjau Pembangunan Jalan Payakumbuh–Sitangkai, Proyek Rp75 M Rampung Juli 2026

5
×

Andre Rosiade Tinjau Pembangunan Jalan Payakumbuh–Sitangkai, Proyek Rp75 M Rampung Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade bersama Bupati Limapuluh Kota dan pejabat terkait meninjau pembangunan jalan Payakumbuh-Sitangkai. (Foto: Tim AR)

SARILAMAK, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung pembangunan jalan Payakumbuh–Sitangkai yang berada di kawasan Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (23/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek strategis yang sempat viral sebagai “jalan seribu lubang” tersebut berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.

Dalam kunjungan lapangan itu, Andre Rosiade didampingi Bupati Limapuluh Kota Safni, Kepala Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Andi Rusli, Wali Nagari Labuah Gunuang Khairul Hadi, serta Wali Nagari Halaban M. Fakhrur Rozi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mengawal pembangunan infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

Andre Rosiade menjelaskan, pembangunan jalan Payakumbuh–Sitangkai dibiayai melalui anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat dengan total nilai proyek mencapai Rp75 miliar. Proyek ini terbagi dalam dua tahap utama. Tahap pertama berupa pembangunan jalan beton sepanjang 5,8 kilometer yang saat ini masih dalam proses pengerjaan dengan progres sekitar 10 persen. Sementara tahap kedua berupa pembangunan jalan aspal sepanjang 2,6 kilometer telah rampung pada Desember 2025.

“Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Jalan ini dulu belasan tahun rusak parah dan sempat viral sebagai ‘wisata jalan seribu lubang’. Karena keterbatasan anggaran provinsi, kami dorong intervensi APBN melalui Inpres Jalan Daerah agar persoalan ini bisa diselesaikan,” ujar Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Selain badan jalan, proyek ini juga mencakup pembangunan drainase di kiri dan kanan jalan dalam satu paket pekerjaan. Menurut Andre, kelengkapan infrastruktur tersebut penting untuk memastikan daya tahan jalan dalam jangka panjang, mengingat kondisi geografis dan curah hujan yang tinggi di kawasan tersebut.

Andre menegaskan bahwa perjuangan anggaran tidak berhenti sampai di Sitangkai. Ia telah menginstruksikan percepatan penyusunan proposal serta dokumen Engineering Design (ED) untuk kelanjutan pembangunan jalan dari Sitangkai menuju Batusangkar. Usulan tersebut direncanakan kembali diajukan melalui program Inpres Jalan Daerah tahun 2026 yang dijadwalkan dibuka pada Maret mendatang.

“Para bupati dan wali kota harus segera mengajukan usulan resmi. Kita ingin konektivitas antardaerah benar-benar terwujud dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota Safni menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas advokasi anggaran yang dilakukan Andre Rosiade. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dan para wali nagari untuk menjaga serta merawat jalan yang telah dibangun tersebut.

“Walaupun statusnya jalan provinsi, kami siap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, termasuk dalam pengawasan dan pengendalian aktivitas galian C agar tidak merusak jalan yang baru diperbaiki,” kata Safni, kader Partai Gerindra.

Andre juga menekankan pentingnya pengawasan bersama setelah proyek selesai. Ia meminta peran aktif pemerintah daerah, wali nagari, serta anggota DPRD setempat untuk memastikan jalan tidak cepat rusak akibat beban berlebih atau aktivitas tambang yang tidak terkendali.

Dukungan kuat juga datang dari masyarakat setempat. Para wali nagari menyampaikan bahwa warga sangat mendukung pembangunan ini karena jalan Payakumbuh–Sitangkai merupakan akses vital bagi mobilitas dan perekonomian. Masyarakat bahkan berkomitmen membantu kelancaran pekerjaan kontraktor di lapangan agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target Juli 2026.

Dengan rampungnya pembangunan jalan ini, diharapkan konektivitas wilayah Limapuluh Kota, Tanah Datar, hingga Sawahlunto semakin terbuka, sekaligus mengakhiri persoalan infrastruktur yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat. (rdr)