JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan penolakannya terhadap wacana pembentukan Menteri Kepolisian. Bahkan, ia mengaku lebih memilih menjadi petani ketimbang menduduki jabatan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Listyo Sigit dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Kapolri dan para Kapolda se-Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Sigit mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima pesan dari sejumlah pihak yang menanyakan kesediaannya jika ditunjuk sebagai Menteri Kepolisian.
“Bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WhatsApp, ‘Mau enggak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?’,” ujar Sigit menirukan pesan tersebut.
Pernyataan itu muncul seiring dengan berkembangnya gagasan agar Polri berada di bawah kementerian. Namun, Sigit secara tegas menolak wacana tersebut.
Menurutnya, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan format paling ideal dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
“Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penegakan hukum, maupun perlindungan dan pelayanan,” katanya.
Atas dasar itu, Sigit menyatakan tidak tertarik dengan jabatan Menteri Kepolisian.
“Kalaupun saya yang menjadi Menteri Kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” ucapnya dengan tegas.
Bahkan, jenderal polisi bintang empat tersebut menegaskan lebih memilih mundur dari jabatan Kapolri ketimbang menerima skema kepolisian berada di bawah kementerian.
“Kalau ada pilihan apakah polisi tetap di bawah Presiden atau ada Menteri Kepolisian dan Kapolri tetap memimpin, saya memilih Kapolri saja yang dicopot. Itu sikap saya,” ujar Sigit.
Sebelumnya, dalam pembukaan rapat kerja, Kapolri juga kembali menegaskan bahwa Polri lebih ideal berada langsung di bawah Presiden, mengingat luas wilayah dan kompleksitas tantangan keamanan di Indonesia.
“Kita memiliki 17.380 pulau dan apabila dibentangkan, luas wilayah kita setara dari London sampai Moskow,” katanya.
Dengan kondisi geografis tersebut, Sigit menilai penempatan Polri langsung di bawah Presiden akan membuat institusi kepolisian lebih fleksibel, responsif, dan maksimal dalam menjalankan tugasnya. (rdr/ant)





