AGAM

TNI Rampungkan Pembangunan Tujuh Jembatan Armco dan Bailey di Kabupaten Agam

2
×

TNI Rampungkan Pembangunan Tujuh Jembatan Armco dan Bailey di Kabupaten Agam

Sebarkan artikel ini
Pembangunan jembatan bailey di wilayah Jorong Sikabau, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025) (ANTARA/Ho-Humas TNI AD)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menyelesaikan pembangunan tujuh unit jembatan armco dan bailey di lokasi terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dengan selesainya pembangunan tersebut, akses transportasi masyarakat kembali normal.

Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso mengatakan tujuh jembatan yang dibangun terdiri atas empat unit jembatan armco dan tiga unit jembatan bailey.

“Empat jembatan armco sudah selesai dibangun 100 persen. Untuk jembatan bailey, dua unit telah rampung 100 persen dan satu unit tinggal tahap pengecatan dengan progres sekitar 90 persen,” kata Slamet di Lubuk Basung, Minggu.

Ia menjelaskan, empat jembatan armco berada di Kecamatan Tanjung Raya sebanyak tiga unit dan Kecamatan Malalak satu unit. Sementara itu, jembatan bailey masing-masing berada di Sungai Rangeh, Kecamatan Tanjung Raya; Aia Taganang, Kecamatan Matur; serta Kubu Sarunai, Kecamatan Canduang.

Pembangunan jembatan tersebut melibatkan personel dari Batalyon Zeni Konstruksi 12/KJ Banyuasin, Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 2/Prasada Sakti, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 896/Serumpun Pseko, serta Batalyon Teritorial Pembangunan 897/Singgalang.

“Satu jembatan melibatkan sekitar 50 personel dari Batalyon Teritorial Pembangunan dan 20 personel tim teknis dari Denzipur,” ujarnya.

Menurut Slamet, pembangunan seluruh jembatan tersebut memerlukan waktu sekitar dua pekan hingga dapat difungsikan kembali.

Dengan berfungsinya jembatan-jembatan itu, akses transportasi masyarakat kembali normal, baik untuk membawa hasil pertanian, aktivitas pendidikan, maupun mobilitas ke daerah lain.

Salah seorang warga Matur Hilia, Dahril (38), mengaku sangat terbantu dengan selesainya pembangunan jembatan bailey oleh TNI.

“Kami sangat terbantu karena jembatan ini merupakan jalur alternatif dari Matur menuju Kecamatan Palupuh dan Kota Bukittinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, jembatan di Sungai Batang Aia Taganang sebelumnya rusak berat dan hanyut akibat tingginya curah hujan pada akhir November 2025. Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas dari Kecamatan Matur menuju Palupuh dan Kota Bukittinggi sempat lumpuh total.

“Waktu itu hanya dibangun jembatan darurat dari kayu dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujar Dahril. (rdr/ant)