LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Sejumlah penyintas banjir bandang dan longsor di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, siap menempati hunian sementara (huntara) pada Sabtu (24/1/2026).
“Alhamdulillah, huntara ini segera kami tempati. Tidak sanggup lagi tidur berdesakan di ruang kelas SDN 05 yang sudah berlangsung sekitar satu setengah bulan,” kata Romi (43), salah seorang penyintas, saat melihat bangunan huntara yang telah rampung di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Jumat (23/1).
Ia mengatakan warga korban bencana telah melihat langsung bangunan huntara yang akan diresmikan pada Sabtu. Selain bangunan yang telah selesai, peralatan tempat tinggal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah mulai berdatangan.
Menurut Romi, selama mengungsi warga menempati ruang kelas SDN 05. Namun kondisi tersebut dinilai sangat tidak nyaman karena 117 penyintas harus berbagi dua ruangan kelas.
“Kami sudah melihat bangunan huntara ini, kondisinya sangat baik. Mudah-mudahan besok sudah bisa kami tempati,” harapnya.
Penyintas lainnya, Rahma, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, TNI, Polri, serta para relawan yang telah berjibaku menyelesaikan pembangunan huntara.
“Kami siap menempati huntara ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengapresiasi peran TNI, Polri, Basarnas, dan relawan yang telah membantu sejak awal terjadinya bencana hingga pembangunan hunian sementara.
Ia menyebut progres pembangunan huntara sudah sangat baik dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Jumat (23/1). Saat ini tim gabungan masih melakukan pembersihan area huntara sebelum diresmikan.
Hunian sementara tersebut berlokasi sekitar 36 kilometer dari ibu kota Kabupaten Agam, Lubuk Basung, ke arah perbatasan Kabupaten Pasaman.
Rencananya, peresmian pemakaian huntara akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak terdiri atas 117 unit yang terbagi dalam 25 barak, diperuntukkan bagi korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan yang rumahnya rusak berat dan berada di zona merah.
Bencana banjir bandang, longsor, dan banjir yang melanda Kabupaten Agam pada Kamis (27/11) menyebabkan 166 orang meninggal dunia, 36 orang hilang, 2.284 rumah rusak, 121 sekolah terdampak, serta berbagai fasilitas umum lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai Rp6,51 triliun. (rdr/ant)






