JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan pidato Presiden Prabowo Subianto pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra global yang stabil, inklusif, dan siap tumbuh bersama.
“Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra global yang stabil, inklusif, dan siap tumbuh bersama, dengan pembangunan manusia sebagai pusat strategi ekonomi nasional,” kata Teddy melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Jumat (23/1/2026).
Saat dikonfirmasi ANTARA, Teddy menjelaskan bahwa dalam forum ekonomi dunia tersebut Presiden Prabowo memaparkan konsep ekonomi pemerintahan yang dikenal dengan istilah Prabowonomics, sekaligus menyampaikan berbagai capaian konkret selama satu tahun pertama masa pemerintahan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti kondisi global yang tengah berada dalam fase penuh ketidakpastian. Pada situasi tersebut, perdamaian dan stabilitas dinilai sebagai prasyarat utama bagi terciptanya pertumbuhan dan kemakmuran global.
“Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Kepala Negara juga menekankan bahwa stabilitas dan perdamaian yang terjaga di Indonesia bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari pilihan kebijakan yang konsisten.
“Indonesia secara konsisten memilih jalan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Presiden.
Selain itu, Presiden Prabowo turut memaparkan arah kebijakan serta program-program utama pemerintahannya ke depan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.
Kehadiran Presiden Prabowo di WEF 2026 menandai kembalinya Presiden Indonesia ke forum ekonomi dunia setelah absen selama 10 tahun. Sebelumnya, Presiden Indonesia terakhir yang hadir adalah Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 dengan pidato mengenai ekonomi hijau.
World Economic Forum merupakan pertemuan tahunan para pemimpin dunia, ekonom, akademisi, dan praktisi global yang digelar sejak 1971 di Davos, Swiss, untuk membahas tantangan ekonomi global saat ini dan proyeksi ke depan. (rdr/ant)






