PARIAMAN

PAD Pariwisata Pariaman Naik jadi Rp861 Juta di 2025

1
×

PAD Pariwisata Pariaman Naik jadi Rp861 Juta di 2025

Sebarkan artikel ini
Pengendara melintas di Simpang Tabuik, Kota Pariaman, Sumbar sebagai ikon kota wisata itu. ANTARA/Aadiaat M. S.

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat, mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2025 mencapai Rp861 juta, naik sekitar Rp54 juta dibanding 2024 yang sebesar Rp807 juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan peningkatan PAD ini terjadi setelah sistem pemungutan retribusi diperbaiki dan pengawasan ditingkatkan sejak awal Oktober 2025.

“Meskipun ada kenaikan, realisasi PAD masih 78 persen dari target Rp1,09 miliar,” kata Ferialdi, Jumat (23/1/2026).

PAD tersebut berasal dari retribusi empat objek wisata berbayar: Pantai Gandoriah, Pantai Kata, Talao Pauah, dan Pulau Angso Duo. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke seluruh objek wisata di Pariaman mencapai 1,4 juta orang, turun dari 1,6 juta pada 2024. Penurunan ini disebabkan lesunya ekonomi di awal tahun dan bencana hidrometeorologi pada November 2025 yang berdampak pada sektor pariwisata.

Ferialdi menjelaskan, biasanya kunjungan wisatawan di akhir pekan berkisar 800–2.000 orang dengan PAD Rp5–10 juta per hari, namun pasca-bencana hanya sekitar Rp200–300 ribu per hari.

“Objek wisata yang paling banyak dikunjungi tetap Pantai Gandoriah, terutama saat Festival Budaya Hoyak Tabuik dan Pariaman Barayo. Wisatawan datang tidak hanya dari Sumbar, tetapi juga dari luar provinsi bahkan mancanegara, khususnya ke Pulau Bando,” ujarnya.

Perbaikan sistem pemungutan retribusi dan pengawasan melibatkan Dinas Satpol PP dan organisasi perangkat daerah terkait, yang diharapkan terus mendongkrak PAD sektor pariwisata di Pariaman. (rdr/ant)