AGAM

BNPB Bantu Perlengkapan Hunian Sementara di Palembayan Agam

0
×

BNPB Bantu Perlengkapan Hunian Sementara di Palembayan Agam

Sebarkan artikel ini
Pembangunan huntara pascabencana di Sumbar. (dok. istimewa)
Pembangunan huntara pascabencana di Sumbar. (dok. istimewa)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan peralatan tempat tinggal bagi korban bencana yang akan menempati hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan bantuan dari BNPB tersebut meliputi perlengkapan dapur keluarga, perlengkapan mandi, perlengkapan kebersihan anak (hygiene kids), matras, selimut, alat kebersihan, biskuit, kasur, kompor, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Bantuan ini tiba di lokasi hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak menggunakan tujuh unit truk pada Kamis (22/1),” katanya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi 117 kepala keluarga yang akan menempati 117 unit hunian sementara di lokasi tersebut.

Para korban direncanakan segera menempati hunian sementara, seiring progres pembangunan yang hampir rampung. Pembangunan hunian sementara itu dilaksanakan oleh TNI dan dibantu sekitar 280 Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.

“Progres pembangunan hunian sementara sudah sangat baik dan diharapkan selesai pada Jumat (23/1),” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, saat ini warga calon penghuni hunian sementara masih bertahan di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak serta di rumah keluarga masing-masing.

Mereka terpaksa mengungsi setelah rumahnya mengalami rusak berat akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (27/11). Sebagian warga lainnya mengungsi ke rumah kerabat.

“Hunian sementara ini menjadi syarat penting agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman. Bangunannya dipastikan layak dan nyaman untuk dihuni,” kata Iqbal.

Hunian sementara tersebut berlokasi di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, dengan jarak sekitar 36 kilometer dari ibu kota Kabupaten Agam di Lubuk Basung.

Bencana banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam berdampak besar, dengan 166 orang meninggal dunia, 36 orang hilang, 2.284 rumah rusak, 121 unit sekolah terdampak, serta berbagai fasilitas umum lainnya.

Total kerugian akibat bencana yang melanda 16 kecamatan di Kabupaten Agam tersebut diperkirakan mencapai Rp6,51 triliun. (rdr/ant)