EKONOMI

Target Listrik Desa Dipercepat, BPBL 2026 Naik jadi 500 Ribu Penerima

0
×

Target Listrik Desa Dipercepat, BPBL 2026 Naik jadi 500 Ribu Penerima

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menaikkan target Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2026 dari 250 ribu rumah tangga menjadi 500 ribu rumah tangga.

“Pemasangan baru listriknya, yang sebelumnya 250 ribu untuk 2026, sekarang dinaikkan menjadi 500 ribu,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Bahlil menjelaskan, peningkatan target tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, guna memperluas akses listrik bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Untuk membiayai peningkatan target program BPBL, Bahlil meminta sinkronisasi dengan Komisi XII terkait kemungkinan pergeseran anggaran dari program lain di lingkungan Kementerian ESDM.

Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah percepatan listrik desa agar pemerataan akses energi dapat segera terwujud.

Pemerintah sendiri menargetkan pada akhir 2029 seluruh desa dan dusun di Indonesia telah teraliri listrik, yang mencakup sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun.

Dalam rapat tersebut, Bahlil juga mengungkapkan bahwa pada Rabu (21/1) dirinya telah menggelar rapat bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk membahas berbagai program strategis Kementerian ESDM.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepada saya untuk membuat program yang lebih banyak,” ujar Bahlil.

Apabila usulan tambahan anggaran disetujui, Bahlil memastikan dana tersebut akan dialokasikan untuk meningkatkan akses listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kami akan memprioritaskan daerah-daerah 3T. Kami dorong program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar daerah, kampung, atau pulau-pulau yang sulit dijangkau tetap bisa menikmati listrik,” katanya.

Sepanjang 2025, Program Listrik Desa (Lisdes) telah melistriki 77.616 pelanggan yang tersebar di 1.516 lokasi. Sementara itu, hingga 31 Desember 2025, program BPBL telah terpasang pada 205.968 rumah tangga di seluruh Indonesia. (rdr/ant)