KESEHATAN

SPH Gelar Pelatihan Hospitality ‘Ultimate Service for Hospital’ untuk Perkuat Budaya Pelayanan Prima

0
×

SPH Gelar Pelatihan Hospitality ‘Ultimate Service for Hospital’ untuk Perkuat Budaya Pelayanan Prima

Sebarkan artikel ini
Pelatihan hospitality yang digelar Semen Padang Hospital. (dok. istimewa)
Pelatihan hospitality yang digelar Semen Padang Hospital. (dok. istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM — Semen Padang Hospital (SPH) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan keluarga dengan menyelenggarakan pelatihan hospitality bertajuk “Ultimate Service for Hospital”.

Pelatihan ini mengusung tema Membangun Hubungan Baik melalui Hospitality dan Kemampuan Berkomunikasi sebagai bagian dari upaya membentuk insan SPH yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan pasien.

General Manager Human Capital SPH, Fakhlisa Hesty, menyampaikan, tujuan pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk menyatukan pemahaman seluruh insan SPH mengenai pentingnya pelayanan prima yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga pada empati, sikap, dan komunikasi.

“Pelayanan kesehatan yang unggul harus dibangun dari interaksi yang hangat, komunikasi yang tepat, serta kemampuan memahami kebutuhan pasien dan keluarganya,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti oleh insan SPH dari berbagai unit layanan yang berinteraksi langsung dengan pasien, sebagai garda terdepan dalam menciptakan pengalaman berobat yang positif.

Menurutnya, pelatihan hospitality menjadi sangat penting karena kualitas layanan rumah sakit tidak hanya dinilai dari fasilitas dan teknologi, tetapi juga dari cara tenaga kesehatan dan staf memberikan pelayanan secara menyeluruh.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menghadirkan Iin Supriyatin Ramli sebagai narasumber. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait konsep ultimate hospitality.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi secara komprehensif mengenai pelayanan prima yang berfokus pada empati, komunikasi efektif, serta pembentukan pengalaman positif bagi pasien dan keluarga.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan sesi role play dan summary, di mana peserta mempraktikkan langsung peran sebagai pemberi layanan dalam berbagai situasi pelayanan yang telah disiapkan oleh pemateri.

Metode ini dirancang agar peserta mampu memahami tantangan di lapangan dan menerapkan sikap serta komunikasi yang tepat dalam setiap kondisi pelayanan.

Melalui pelatihan ini, SPH berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai ultimate service dalam keseharian kerja, sehingga tercipta pelayanan yang lebih profesional, ramah, dan berkesan.

“Harapannya, budaya hospitality ini menjadi karakter bersama insan SPH dan terus dirasakan manfaatnya oleh pasien serta keluarga,” tutupnya. (rdr)