INTERNASIONAL

Tiba di Swiss untuk Hadiri World Economic Forum, Prabowo Disambut Diaspora Indonesia

0
×

Tiba di Swiss untuk Hadiri World Economic Forum, Prabowo Disambut Diaspora Indonesia

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo disambut diaspora di Swiss. (dok. istimewa)
Presiden Prabowo disambut diaspora di Swiss. (dok. istimewa)

ZURICH, RADARSUMBAR.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Swiss pada Rabu (21/1) untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026.

Pesawat yang membawa Prabowo dan rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Zurich pada pukul 17.30 waktu setempat dan disambut oleh sejumlah pejabat perwakilan Republik Indonesia.

Turut menyambut ketibaan Presiden di bandara, yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk Konfederasi Swiss, Y.M. I Gede Ngurah Swajaya, serta Atase Pertahanan KBRI Paris, Marsma TNI Hendra Gunawan.

Prabowo kemudian melanjutkan perjalanan menuju Grand Hotel Quellenhof, Grand Resort Bad Ragaz. Di tempat ini, ramai diaspora Indonesia menyambut kedatangan Prabowo.

“Selamat datang di Swiss, Bapak!” ujar para Diaspora Indonesia menyambut Prabowo.

Penyambutan untuk Prabowo juga diwarnai kehadiran dua anak Indonesia, Tanaya Apriandi (7 tahun) dan Narendra Apriandi (12 tahun), yang membawakan bouquet bunga untuk Prabowo.

“Terima kasih,” ujar Prabowo.

Dalam penyambutan itu, salah seorang diaspora Indonesia menyampaikan ucapan serta sapaan khas “Horas”. Prabowo pun membalas sapaan tersebut dengan hangat. “Horas majua jua,” jawab Prabowo.

Prabowo juga disambut oleh General Manager Grand Resort Bad Ragaz, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Y.M. Sidharto R. Suryodipuro, Menteri Luar Negeri Sugiono, Deputi Wakil Tetap II PTRI Jenewa Duta Besar Nur Rakhman Setyoko, serta Atase Darat KBRI Paris Kolonel Arm. Aji Nugroho. Hadir pula home staff dan local staff KBRI Bern dan PTRI Jenewa.

Kehadiran Prabowo di Swiss ini menandai komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam forum-forum global, serta memperkuat kerja sama internasional di berbagai bidang strategis melalui World Economic Forum 2026. (rdr)