LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah tersebut meningkat signifikan sepanjang 2025.
Kepala Disparpora Agam Kasman Zaini mengatakan, kunjungan wisman pada 2025 mencapai 37.699 orang, naik dibandingkan 17.286 orang pada 2024 atau meningkat sebanyak 20.413 orang.
“Peningkatan kunjungan wisman pada 2025 mencapai 20.413 orang dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kasman di Lubuk Basung, Rabu.
Ia menjelaskan, wisatawan asal Malaysia menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Kabupaten Agam dengan total 28.651 orang pada 2025, meningkat tajam dari 14.984 orang pada 2024.
Selanjutnya, wisatawan asal Brunei Darussalam tercatat sebanyak 6.380 orang pada 2025, naik dari 1.722 orang pada 2024. Kunjungan wisatawan dari Inggris mencapai 450 orang pada 2025 dibanding 68 orang pada 2024, disusul Prancis sebanyak 345 orang pada 2025 dan 100 orang pada 2024.
Sementara itu, wisatawan asal Italia tercatat 317 orang pada 2025 dan 45 orang pada 2024, Amerika Serikat 300 orang pada 2025 dan 65 orang pada 2024, serta Jerman 260 orang pada 2025 dan 38 orang pada 2024.
Wisatawan dari Rusia mencapai 250 orang pada 2025 dan 56 orang pada 2024, Spanyol 200 orang pada 2025 dan 28 orang pada 2024, serta Belgia 190 orang pada 2025 dan 45 orang pada 2024.
Selain itu, kunjungan wisatawan asal Jepang tercatat 126 orang pada 2025 dan 50 orang pada 2024, Korea Selatan 120 orang pada 2025 dan 40 orang pada 2024, serta Australia 110 orang pada 2025 dan 45 orang pada 2024.
Kasman menambahkan, wisatawan asal Malaysia dan Brunei Darussalam umumnya mengunjungi Museum Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Agam.
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pada 2026, Disparpora Agam akan melakukan berbagai strategi, di antaranya dengan memaksimalkan peran sumber daya manusia lokal di sekitar objek wisata.
Selain itu, promosi pariwisata juga akan difokuskan melalui media sosial dengan melibatkan anak muda kreatif dan konten kreator, mengingat jangkauannya yang luas dan tidak terbatas.
“Promosi melalui media sosial tidak terbatas dan jangkauannya cukup jauh,” ujarnya.
Menurut dia, Kabupaten Agam juga menjual sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan dan potensi daerah, terutama potensi alam yang dinilai mampu bersaing dengan daerah lain.
“Potensi alam kita tidak kalah dengan daerah lain dan dapat menarik kunjungan wisatawan,” katanya. (rdr/ant)






