LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menormalisasi sembilan sungai yang mengalami pendangkalan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Kepala Dinas PUTR Agam, Ofrizon, mengatakan sembilan sungai tersebut tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Agam.
“Sembilan sungai yang dinormalisasi tersebar di lima kecamatan,” kata Ofrizon di Lubuk Basung, Selasa.
Ia merinci sungai yang dinormalisasi meliputi Sungai Batang Nanggang di Kecamatan Palembayan, Sungai Batang Agam di Kecamatan Baso, dan Sungai Batang Katiak di Kecamatan Ampek Angkek.
Selain itu, Sungai Landia di Kecamatan Ampek Koto, Sungai Batang Tumayo dan Sungai Batang Balok di Kecamatan Tanjung Raya, serta Sungai Muaro Pisang, Sungai Rangeh, dan Sungai Asam yang juga berada di Kecamatan Tanjung Raya.
Ofrizon menyebutkan normalisasi sungai tersebut dilakukan dengan dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) V, yang mengerahkan sebanyak 13 unit alat berat.
“Untuk normalisasi sungai ini, kami dibantu BWS V dengan mengerahkan 13 unit alat berat,” ujarnya.
Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material pasir dan bebatuan di dalam sungai sepanjang sekitar satu kilometer. Material tersebut merupakan endapan akibat banjir bandang yang menyebabkan pendangkalan dan berpotensi memicu luapan air ke pemukiman warga.
“Pembersihan dilakukan hingga kondisi sungai kembali seperti semula agar tidak meluap ke kiri dan kanan sungai,” katanya.
Saat ini, progres normalisasi sungai baru mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan rampung pada Februari 2026.
“Kami berharap pekerjaan ini selesai sesuai target sehingga pemukiman warga lebih aman dari ancaman banjir,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BWS V atas dukungan dan kerja sama dalam upaya penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam. (rdr/ant)






