LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Jalan provinsi yang menghubungkan Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Akibatnya, ratusan warga Subang-subang, Nagari Tiku Lima Jorong, terisolir.
Tokoh masyarakat Tiku Lima Jorong, Agusmedi Sidi Bandaharo, mengatakan terdapat tiga titik jembatan di ruas jalan Tiku–Sasak yang putus total akibat diterjang arus sungai. Selain itu, badan jalan sepanjang sekitar 100 meter juga amblas dan hanyut terbawa arus.
“Ada tiga jembatan yang terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan, termasuk badan jalan yang habis dibawa arus sungai,” ujar Agusmedi di Lubuk Basung, Selasa.
Ia menjelaskan, putusnya akses jalan tersebut menyebabkan ratusan warga di Subang-subang terisolir, karena tidak tersedia jalur alternatif darat menuju wilayah tersebut.
Dalam kondisi darurat, warga dan pelajar terpaksa menggunakan perahu yang disediakan masyarakat setempat untuk menyeberangkan sepeda motor. Biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp25 ribu per sekali penyeberangan.
“Kalau pulang pergi, warga dan pelajar harus mengeluarkan Rp50 ribu untuk menyeberangkan sepeda motornya,” katanya.
Sementara itu, untuk jalan yang rusak di Ujuang Karang, Jorong Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, arus lalu lintas dialihkan melalui jalan plasma milik Koperasi Unit Desa (KUD) Tiku Lima Jorong. Jalan tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda empat dan enam, namun hanya sampai ke Labuhan.
Agusmedi berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses utama penghubung dua kabupaten serta jalur distribusi hasil perkebunan, seperti kelapa sawit dan komoditas lainnya.
“Ini jalan utama yang menghubungkan dua kabupaten dan perlu segera diperbaiki,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam, Ofrizon, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat.
“Kami sudah turun ke lapangan bersama bupati, wakil bupati, dan Dinas BMCKTR Sumbar,” ujarnya.
Ia menyebutkan ruas jalan Tiku–Sasak telah diprogramkan untuk perbaikan dan masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), termasuk pembangunan kembali jalan dan jembatan yang rusak.
Saat ini, akses Tiku–Labuhan telah dialihkan, sementara Labuhan–Subang-subang masih menggunakan perahu ponton. Pemerintah juga berencana mempercepat pembangunan jembatan bailey di ruas Labuhan–Subang-subang.
“Ada tiga jembatan rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan. Ini masih membutuhkan peninjauan dan kajian lebih lanjut dari Dinas BMCKTR Sumbar,” katanya. (rdr/ant)






