LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan pembangunan tujuh titik hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana masih berlangsung dan ditargetkan rampung menjelang Ramadhan.
“Tujuh titik hunian sementara tersebut saat ini dalam proses pembangunan oleh TNI dan rekanan yang ditunjuk pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Perkim Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Senin.
Ia menjelaskan, tujuh lokasi huntara tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan sebanyak 117 unit; Lapangan Bola Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan sebanyak 88 unit; serta Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan sebanyak 51 unit.
Selanjutnya, huntara juga dibangun di lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto sebanyak 33 unit; Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak sebanyak 14 unit; Lahan Kampung Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 35 unit; serta di kawasan Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 19 unit.
“Pembangunan hunian sementara ini bersumber dari dana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dana TORA dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Rinaldi menambahkan, progres pembangunan huntara di masing-masing lokasi bervariasi. Di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, progres telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan. Sementara di Lapangan Bola Padang Sibabaju dan Lapangan Bola Jajaran Tantaman masing-masing sekitar 35 persen.
Adapun pembangunan di lahan DOB Bancah Balingka serta Lapangan Lambeh masih berada di angka sekitar lima persen. Di Lahan Kampung Ujuang progres mencapai 15 persen, sedangkan di Objek Wisata Linggai telah mencapai sekitar 60 persen.
“Secara keseluruhan, pembangunan hunian sementara ditargetkan selesai menjelang Ramadhan,” katanya.
Ia mengakui total hunian sementara yang direncanakan sebanyak 412 unit. Namun hingga saat ini, yang sedang dalam proses pengerjaan baru 357 unit.
Sebanyak 55 unit hunian sementara di Kecamatan Palupuh belum dapat dibangun karena kondisi lokasi yang ekstrem dengan kemiringan lebih dari 20 persen. Huntara tersebut rencananya berada di Lapangan Pakan Salasa, Jorong Sungai Guntuang, Nagari Pasia Laweh sebanyak 47 unit dan Lapangan Jorong Bateh Gadang, Nagari Pagadih sebanyak delapan unit.
Berdasarkan kajian BNPB dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kedua lokasi tersebut tidak direkomendasikan untuk pembangunan hunian sementara dan disarankan mencari lokasi alternatif.
“Ini yang menyebabkan pembangunan hunian sementara di Palupuh belum bisa dilaksanakan. Jika tidak ditemukan lokasi baru, warga akan diarahkan menerima dana tunggu hunian,” tutupnya. (rdr/ant)






