LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyerahkan bantuan perlengkapan belajar kepada siswa SD Negeri 22 Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, yang terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat akibat bangunan sekolah rusak diterjang longsor beberapa waktu lalu.
Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan, bantuan tersebut diserahkan langsung saat ia mengunjungi para siswa di lokasi belajar sementara, Senin.
“Hari ini kami datang langsung menemui anak-anak yang belajar di tenda darurat sekaligus menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah,” kata Welly.
Ia menjelaskan, bangunan sekolah mengalami kerusakan cukup parah akibat longsor. Selain itu, kondisi tanah di sekitar sekolah juga mengalami retakan dan berpotensi terjadi longsor susulan, sehingga aktivitas belajar di gedung sekolah belum memungkinkan dilakukan.
Welly mengaku prihatin melihat kondisi belajar para siswa yang harus berlangsung di tenda sederhana. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah berupaya memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
“Kepada anak-anakku sekalian, tetaplah semangat belajar. Keterbatasan tidak boleh menghalangi cita-cita kita semua. Mari tetap menuntut ilmu,” ujarnya.
Selain paket perlengkapan sekolah, Pemkab Pasaman juga menyerahkan dua unit tenda belajar yang langsung diserahkan kepada pihak sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar.
Menurut Welly, langkah tersebut merupakan solusi darurat sembari menunggu hasil kajian teknis lanjutan terkait kondisi lahan serta rencana relokasi sekolah yang saat ini tengah diproses dalam dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Ini memang masih solusi sementara, tetapi kebutuhan dasar pendidikan harus tetap berjalan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Muslim memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung meskipun siswa belajar di tenda darurat.
“Prioritas kami adalah keselamatan dan keberlanjutan pendidikan. Penyediaan tenda dan perlengkapan sekolah ini merupakan langkah awal untuk memastikan standar pelayanan minimal pendidikan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses relokasi permanen sekolah sudah mulai disiapkan, meski membutuhkan anggaran yang besar serta kajian teknis yang matang. (rdr/ant)






