JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Senin.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan korban ditemukan dalam operasi SAR hari ketiga.
“Hari ini telah ditemukan satu korban,” ujar Syafii kepada wartawan di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Kompleks Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.
Syafii menjelaskan, korban yang baru ditemukan berjenis kelamin perempuan dan ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA setelah adanya laporan dari tim pencarian di lapangan. Sehari sebelumnya, tim SAR gabungan juga telah menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki.
“Informasi awal, korban pertama yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki, dan yang kedua berjenis kelamin perempuan. Saat ini total sudah dua korban ditemukan,” katanya.
Namun demikian, identitas korban belum dapat dipastikan karena masih menunggu proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
“Untuk identitas, nanti disampaikan oleh DVI. Saat ini masih dalam proses evakuasi,” ujar Syafii.
Korban ditemukan di tebing Gunung Bulusaraung dengan kondisi medan yang sangat terjal dan curam. Lokasi penemuan berada di jurang dengan kedalaman diperkirakan sekitar 500 meter dari puncak gunung.
“Kondisi tebing sangat terjal dan curam. Korban diperkirakan berada di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung,” tuturnya.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.
Sementara kru pesawat terdiri dari Kapten Pilot Andi Dahananto, kopilot Muhammad Farhan Gunawan, serta kru Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. (rdr/ant)





