BERITA

Satu Jasad Korban Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung

0
×

Satu Jasad Korban Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Basarnas Makassar menyebut Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar membawa 11 orang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. (istockphoto/Marko Hannula)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Tim SAR Gabungan menemukan satu jasad korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang diduga menabrak gunung di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu.

Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan jasad korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan di kedalaman jurang sekitar 200 meter, tidak jauh dari serpihan pesawat.

“Siang tadi telah ditemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki pada kedalaman jurang kurang lebih 200 meter di sekitar serpihan pesawat. Saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” ujar Arif di Posko SAR Kabupaten Maros.

Korban yang belum teridentifikasi identitasnya tersebut ditemukan pada pukul 14.20 WITA di koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT oleh tim Search and Rescue Unit (SRU) 3. Saat ini, proses evakuasi jenazah dilakukan melalui jalur pendakian.

Selain jasad korban, tim SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka, kursi penumpang, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan.

Baca Juga  Korban Tewas Keracunan Miras Oplosan di Lapas Bukittinggi Bertambah jadi 4

Sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Arif menjelaskan operasi pencarian di lapangan dibagi ke dalam empat SRU sesuai sektor masing-masing.

SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan teknik tali, sementara SRU 3 berada di puncak dan sebagian personel berhasil bergerak menuju titik dua. Adapun SRU 4 sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi, namun tidak menemukan jalur aman sehingga ditarik kembali ke posko induk setelah berkoordinasi.

“Tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi SAR,” kata Arif.

Ia menambahkan, hingga saat ini tim SAR masih berada di puncak Gunung Bulusaraung dan bersiap mengevakuasi jenazah korban melalui jalur pendakian, meskipun menghadapi tantangan medan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu.

Baca Juga  Mendagri Buka MTQ Korpri VI Tingkat Nasional di Padang

Sejak pagi hari, operasi SAR terkendala hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak gunung. Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan tim, bahkan sempat menyebabkan pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel.

“Operasi SAR tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” tegasnya.

Arif menegaskan pencarian terhadap 10 korban lainnya masih terus dilakukan. Tim SAR berkomitmen melaksanakan operasi secara maksimal, profesional, dan terukur dengan mempertimbangkan analisis risiko di lapangan.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pencarian dan evakuasi berjalan lancar,” ujarnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dan berada di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. Berdasarkan manifest, terdapat 11 orang di dalam pesawat, terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang. (rdr/ant)