LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir bandang di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, akan segera rampung dalam beberapa hari ke depan.
Bupati Agam Benni Warlis mengatakan sebanyak 117 unit huntara hampir selesai dan siap dihuni para korban yang selama ini menantikan tempat tinggal sementara yang layak.
“Beberapa hari ke depan hunian sementara sebanyak 117 unit sudah selesai, sehingga bisa dihuni para korban. Mereka sudah tidak sabar untuk menempatinya dan bahkan mulai membersihkan hunian yang telah selesai secara gotong royong,” kata Benni Warlis saat meninjau lokasi pembangunan, Minggu.
Ia menyebutkan, peresmian huntara tersebut rencananya akan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan tidak menutup kemungkinan dihadiri Presiden Prabowo Subianto atau Kepala BNPB.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, Benni Warlis menyampaikan apresiasi kepada TNI, BNPB, serta seluruh instansi terkait yang telah terlibat dalam pembangunan huntara di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Pembangunan dilakukan di tengah cuaca hujan yang terjadi terus-menerus sejak Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Cuaca baru relatif baik dalam satu minggu terakhir ini. Meski begitu, pembangunan tetap bisa diselesaikan,” ujarnya.
Ia memastikan huntara tersebut dapat segera dihuni oleh para korban dalam kondisi layak dan aman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB, TNI, dan juga kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah langsung meninjau lokasi bencana,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Ary Laksmana menyatakan pembangunan huntara merupakan wujud kehadiran negara, baik pemerintah pusat maupun daerah, dalam menangani bencana yang dihadapi masyarakat.
“Kita ingin hunian sementara ini segera ditempati korban. Kendala hujan memang membuat penyelesaian sedikit mundur, namun ini bukan bencana baru, melainkan tantangan yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Menurut dia, secara umum huntara tersebut sudah selesai meski masih membutuhkan penyempurnaan. Namun, pihaknya memastikan korban akan menempati hunian dalam kondisi aman dan layak.
“Korban yang terdata pasti akan mendapatkan satu unit hunian sementara. Hari ini warga sudah mulai melihat dan membersihkan lokasi. Kita bersyukur prosesnya hampir selesai,” ujarnya.
Ary juga meminta maaf kepada para korban atas keterlambatan penyelesaian pembangunan. Ia berharap huntara tersebut dapat segera dihuni agar warga lebih tenang menghadapi bulan Ramadan.
Salah seorang korban banjir bandang, Muhammad Zulmi Riswanto, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah mulai dari tingkat kecamatan hingga pemerintah pusat yang terus mendampingi para korban sejak bencana terjadi.
“Pemerintah selalu hadir dan mendampingi kami. Hunian sementara ini boleh dikatakan sudah selesai. Meski jadwal sempat mundur karena hujan, kami memahaminya,” katanya.
Ia berharap setelah menempati hunian sementara, para korban nantinya juga dapat memperoleh hunian tetap yang layak. (rdr/ant)





