PASAMAN

Dua Rumah Hangus Terbakar di Pasaman, Ketiadaan Armada Damkar Jadi Penyebab

1
×

Dua Rumah Hangus Terbakar di Pasaman, Ketiadaan Armada Damkar Jadi Penyebab

Sebarkan artikel ini
Kebakaran di Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman. (dok. istimewa)
Kebakaran di Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman. (dok. istimewa)

PASAMAN, RADARSUMBAR.COM – Kebakaran dahsyat hanguskan dua rumah di pemukiman padat penduduk di Jorong Setia, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sabtu (17/1/2026).

Ketiadaan unit pemadam kebakaran di Kecamatan Duo Koto merupakan kendala serius yang sering mengakibatkan kerugian total saat terjadi musibah kebakaran di wilayah tersebut.

“Jarak tempuh yang jauh dari pusat Kabupaten Pasaman ke lokasi kebakaran membuat penanganan api menjadi terlambat,” ujar As masyarakat Duo Koto.

Lanjut As, Ketiadaan yunit pemadam kebakaran di wilayah Duo Koto mengakibatkan kobaran api sulit di padamkan. Masyarakat dengan cara manual berupaya memadamkan api dengan alat seadanya,

Baca Juga  Minibus Rusak Parah Bagian Depan Usai Tertemper KA Minangkabau Ekspres di Duku

Masyarakat meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman agar segera membuat posko dan memberikan sedikit nya satu yunit mobil pemadam kebakaran untuk wilayah Duo Koto,

Posko pemadam kebakaran memiliki peran yang sangat vital dalam sistem keselamatan publik, terutama di wilayah padat penduduk seperti yang terjadi saat ini, ” ujar As

Keberadaan posko ini bukan sekadar tempat parkir mobil damkar, melainkan ujung tombak dalam penanggulangan bahaya kebakaran dan penyelamatan darurat,” tutur As.

Hasil liputan Media ini, terkait data pemilik dan korban kebakaran rumah atas nama, Yusraini, Umur 63, Pekerjaan tani, Misdawati, Umur 40, Pekerjaan tani. Kejadian kebakaran terjadi pada pukul 11:30 wib siang.

Baca Juga  Diduga Terseret Ombak, Jenazah Pria Asal Tangerang Ditemukan di Pantai Ujung Batu

Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat konsleting listrik. tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut namun kerugian di taksir ratusan juta rupiah. (rdr-dedi)